Cara Mudah Membuat Pemindai Sidik Jari Android Lebih Akurat

Diposting pada
Loading...

Salah satu fitur yang membuat ponsel Android bisa lebih aman adalah dengan menambahkan sistem pemindaian sidik jari untuk membuka kunci pada layar smartphone.

Dengan demikian ketika sistem pengunci ini diaktifkan hanya sidik jarinya yang terdaftar saja yang bisa membuka kunci layar sehingga bisa menjadi benteng pengaman tambahan selain dengan menggunakan kunci dengan password atau dengan pola.

Teknologi pemindaian sidik jari sebagai kunci pengaman pada smartphone Android sudah cukup canggih dan terus berkembang namun bagi penggunanya masih dirasakan beberapa masalah. Untungnya, masalah ini bisa diatasi dengan cara yang sederhana dan bisa dilakukan dalam waktu beberapa detik saja.

Artikel Lainnya : Cara Mengatasi Memori Penuh Di Android

Masalah Umum Pemindaia Sidik Jari Android

Sidik Jari Android Terakurat
Sidik Jari Android Terakurat

Masalah yang pertama adalah smartphone yang tidak mau terbuka ketika pengguna menempelkan jarinya pada pemindai.

Terkadang sistem pemindaian yang ada pada Android melakukan kesalahan dalam pemindaian sehingga seringkali ketika pemilik Android ingin membuka kunci dengan sidik jarinya membutuhkan beberapa kali usaha sampai smartphone mau terbuka.

Permasalahan lainnya adalah pemindai yang tidak mau membaca jari yang basah karena air. Selain jari yang basah, jari yang sudah mengkerut pun juga kadang sulit untuk dibaca.

Untuk mengatasi masalah ini, berikut adalah cara mudah untuk menambah akurasi pemindai sidik jari pengaman pada smartphone Kamu.

Mendaftarkan Satu Jari Lebih Dari Satu Kali

Untuk mengaktifkan pengaturan pengamanan dengan menggunakan sidik jari, setiap model Android punya namanya masing-masing. Tapi umumnya Kamu bisa menemukan pengaturan ini di menu Perangkat Sistem/System Device pada bagian pengaturan kunci layar.

Kemudian Kamu akan diminta untuk mendaftarkan jari yang akan digunakan pada saat pemindaian pengunci. Kamu bisa memasukkan lebih dari satu daftar jari dengan menggunakan jari yang sama untuk meningkatkan akurasi sistem pemindaian.

Misalnya pada daftar pertama menggunakan jari telunjuk kanan, daftar kedua juga menggunakan jari yang sama, begitu juga daftar ketiga dan seterusnya.

Hal ini untuk mengurangi error pemindaian yang masalah umumnya adalah saat Kamu memindai jari, kunci tidak terbuka pada usaha pertama.

Mendaftarkan Jari Pada Kedua Tangan Untuk Antisipasi

Pada situasi tertentu Kamu membutuhkan akses yang cepat untuk membuka layar smartphone dan menggunakannya.

Misalnya jari yang terdaftar pada sistem pemindai sidik jari adalah telunjuk kanan, kemudian muncul situasi yang membuat Kamu tidak bisa menggunakan tangan kanan misalnya sedang kotor, sedang memegang sesuatu, sedang terluka, dan sebagainya.

Sebagai langkah antisipasinya, daftarkan juga jari pada tangan kiri Kamu kepada sistem pemindaian.

Sehingga pada situasi apapun Kamu tetap bisa membuka layar smartphone Android meski salah satu tangan Kamu sedang tidak bisa digunakan untuk mengakses cepat.

Mendaftarkan Sidik Jari Yang Basah

Selain masalah pemindaian sidik jari yang terkadang tidak mau dibuka dengan menggunakan jari, masalah yang paling sering dialami oleh pengguna sistem keamanan ini adalah kunci layar yang tidak mau terbuka ketika jari basah.

Hal ini bisa menjadi hambatan jika Kamu membutuhkan akses smartphone yang cepat dan sedang buru-buru.

Cara mudah solusinya adalah dengan mendaftarkan jari yang dalam keadaan basah untuk masuk ke dalam sistem pengaman sidik jari.

Basahi jari yang akan didaftarkan kemudian tambah daftar sidik jari dan pindai jari Kamu dalam keadaan basah.

Dengan demikian ketika Kamu sedang kebasahan, habis keluar dari shower atau kolam renang, atau dalam keadaan yang berkeringat, smartphone bisa tetap dibuka menggunakan jari meski dalam keadaan basah.

Artikel Terkait : Cara Screenshot Tanpa Aplikasi Di Android

Memberikan Nama Pada Daftar Sidik Jari

Secara default,  sidik jari yang sudah tersimpan akan diberi nama “Fingerprint1”, “Fingerprint2”, dan sebagainya. Kamu bisa mengganti nama ini menjadi nama yang lain misalnya “telunjuk kanan”, “telunjuk kiri”, “jari basah”, dan sebagainya.

Hal ini memang tidak menambah akurasi pembacaan sidik jari secara langsung namun bisa memberi tahu Kamu mana saja jari yang sudah didaftarkan dan mana saja yang belum.

Kamu juga bisa mendaftarkan sidik jari orang terdekat Kamu untuk bisa membuka kunci smartphone Android sebagai antisipasi kondisi darurat.

Demikian adalah beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pada sistem pemindaian sidik jari pada smartphone Android, semoga bisa memberikan solusi untuk kamu yang sulit membuka kunci android dengan sidik jari.

(Visited 17 times, 1 visits today)
Loading...
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Azqiara, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *