Puasa Ramadhan, Sejarah, Niat, Do’a, dan Keutamaannya

Diposting pada

Tata Cara Melakukan Puasa Bulan Ramadhan, Sejarah, Niat, Do’a Lengkap – Assalamualaikum sahabat muslim semuanya, semoga masih selalu sehat dan mendapatkan RidhoNYA Amin, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas berbagai macam kegiatan dan cara melaksanakan puasa ramadhan di tahun ini, dimulai dari segi sejarah puasa, syarat puasa, niat serta do’a dan juga amalan yang bisa anda lakukan dibulan ramadhan kali ini.

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana umat muslim melakukan rukun islam yang ke tiga yaitu puasa, Puasa dibulan suci ini wajib dilakukan oleh semua umat islam diseluruh dunia, ada banyak sekali keutamaan-keutamaan puasa yang nanti akan saya bahas dibawah.

Seperti yang sudah saya singgung diatas bahwa puasa ramadhan wajib dilakukan semua umat muslim, kenapa hal ini bisa diwajibkan…? yuk simak sejarahnya lengkap dibawah ini.

Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan

Sejarah, Niat, Do’a, Keistimewaan dan Keutamaan Melaksanakan Puasa Ramadhan – Ramadhan dalam bahasa Islam adalah bulan kesembilan dari kalender umat Islam dan bulan suci untuk berpuasa. Puasa dimulai dan berakhir dengan munculnya bulan baru. Tradisi Islam menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan, akan ada malam lailatul qadar yang diperingati pada salah satu dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan, yakni biasanya pada malam ke-27. sumber wikipedia

Dengan hadirnya bulan ramadan ini, seperti apakah sejarah berpuasa, bagaimana niat berpuasa dan juga apa sajakah keutamaan berpuasa?

Sejarah Diwajibkannya Berpuasa di Bulan Ramadan

Tradisi dimulai pada abad ketujuh saat memperingati bulan ketika Nabi Muhammad mundur ke sebuah gua di utara Mekah untuk perenungan spiritual. Setiap tahun sejak itu, minggu-minggu Ramadhan digunakan untuk introspeksi spiritual yang dilakukan untuk mendapatkan Lailatul Qadr.

Terjadi perdebatan antara turunnya malam lailatul qadr, muslim Syiah mengenalinya sebagai malam Ramadhan ke-23. Sedangkan muslim Sunni mengamatinya pada malam ke-27 bulan itu.

Alquran menggambarkan malam ibadah yang luar biasa ini sebagai “malam seribu bulan”.

Malam ini menandai hari ketika umat Islam percaya malaikat Jibril mulai memberikan wahyu Muhammad dari Tuhan. Selain menjadi bulan yang penuh wahyu, Ramadhan juga memiliki sejarah penting lainnya.

Artikel Terkait : Pengertian Puasa Muharram

Selama bulan itu  umat Islam memenangkan Pertempuran Badr, menandai kemenangan besar pertama mereka melawan musuh-musuh yang menduduki Mekah, kota tempat Muhamad dilahirkan.

Ramadhan, bagaimanapun, adalah periode penebusan bagi umat Islam untuk berlatih menahan diri. Perintah berpuasa juga sudah ada di salah satu rukun Islam atau lima prinsip dasar umat Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT :

Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn. Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

“Hai orang-orang yang beriman! Puasa ditentukan untuk Anda seperti yang ditentukan untuk orang-orang sebelum Anda, agar kamu dapat (belajar) menahan diri. “(Puasalah) selama beberapa hari; tetapi jika ada di antara kalian ada yang sakit, atau dalam perjalanan, maka berpbukalah dan mengganti puasa di beberapa hari kemudian. Bagi mereka yang bisa melakukannya (Dengan kesulitan),maka bayarlah fidyah, memberi makan orang yang miskin. Tetapi dia yang akan memberi lebih banyak, atas kehendaknya sendiri, – lebih baik baginya. Dan lebih baik bagimu berpuasa jika kamu mengerti. (Surah Baqarah 2: 183-184)

Cara Melakukan Puasa Ramadhan dengan Sempurna

Puasa di bulan ramadan adalah salah satu rukun Islam di mana seluruh umat Islam wajib berpuasa. Puasa sendiri sudah dijelaskan dalam ayat alquran dan hadis. Puasa juag memberikan banyak pahala dan manfaat untuk umat muslim. Lalu seperti apakah cara berpuasa itu sendiri dan apa niat untuk berpuasa?

Pengertian Puasa dan Dalilnya

Puasa dalam bahasa Arab artinya saum yang artinya menahan diri setiap hari di bulan ramadan dari subuh hingga matahari terbenam. Puasa adalah hal yang membuat umat muslim harus menghindari makanan dan minuman.

Puasa di bulan Ramadhan ini juga diwajibkan karena puasa bulan Ramadhan adalah salah satu dari Lima Rukun Islam sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

“Hai orang-orang yang beriman! Puasa ditentukan untuk Anda seperti yang ditentukan untuk orang-orang sebelum Anda, agar kamu dapat (belajar) menahan diri. (Surah Baqarah 2 ayat 183)

Sebagaimana juga firman Allah SWT dalam ayat ini :

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

“(Puasalah) selama beberapa hari; tetapi jika ada di antara kalian ada yang sakit, atau dalam perjalanan, maka berbukalah dan mengganti puasa di beberapa hari kemudian. Bagi mereka yang bisa melakukannya (Dengan kesulitan),maka bayarlah fidyah, memberi makan orang yang miskin. Tetapi dia yang akan memberi lebih banyak, atas kehendaknya sendiri, – lebih baik baginya. Dan lebih baik bagimu berpuasa jika kamu mengerti. (Surah Baqarah 2: 184)

Tujuan Berpuasa

Tujuan berpuasa yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran sendiri mengatakan, “Hai kamu yang beriman, puasa ditentukan untuk kamu seperti yang ditentukan untuk orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu dapat belajar taqwa (kesalehan)”.

Taqwa adalah istilah spiritual dan etika yang sangat penting dari Quran. Taqwa adalah kualitas dalam kehidupan orang percaya yang membuat dia sadar akan kehadiran Tuhan sepanjang waktu. Seseorang yang taqwa akan suka untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan demi Tuhan. Taqwa adalah kesalehan, kebenaran, dan kesadaran akan Tuhan.

Taqwa membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dengan berpuasa, maka hal itu mengajarkan kesabaran, dan dengan kesabaran seseorang dapat naik ke posisi tinggi taqwa.

Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa puasa adalah perisai yang melindungi umat muslim dari dosa dan hawa nafsu. Imam Ibn Al Qayyim sendiri memandang puasa sebagai cara melepaskan roh manusia dari cengkeraman hasrat, sehingga bisa mengalahkan nafsunya.

Sementara Imam Shah Waliullah Dahlawi memandang puasa sebagai cara melemahkan nafsu yang seperti binatang dan memperkuat sifat-sifat malaikat dalam manusia.

Lalu menurut Imam Maulana Mawdudi menekankan bahwa puasa selama sebulan penuh di setiap tahunnya melatih seseorang dalam kesalehan dan pengendalian diri.

Baca Juga : Cara Cepat Menghafal Ayat Suci Al-Qur’an

Tata Cara Berpuasa

Pada dasarnya ada dua syarat utama puasa:

1. Niat untuk berpuasa .

Seseorang harus membuat niat tulus untuk berpuasa demi Allah SWT setiap hari sebelum fajar. Niat tidak harus dalam kata-kata, tetapi harus dengan ketulusan hati dan pikiran.

Beberapa ahli fikih berpendapat bahwa niat dapat dibuat hanya sekali untuk sebulan penuh dan tidak harus diulang setiap hari. Namun, lebih baik membaca niat setiap hari untuk memanfaatkan puasa sepenuhnya. Berikut ini adalah niat untuk berpuasa :

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَان هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

 “Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala

2. Menghindari fajar hingga senja dari segala sesuatu yang membatalkan puasa

Lalu bagaimanakah cara untuk berpuasa di bulan ramadan? Berikut adalah sunah dalam berpuasa :

3. Makan sahur

Sahur adalah makan dan minum sebelum fajar. Sahur sendiri adalah sunnah yang jika dilakukan maka akan mendapatkan pahala dan berkah yang besar namun jika ditinggalkan juga tidak akan berdosa, Waktu terbaik untuk sahur adalah setengah jam terakhir sebelum fajar atau waktu untuk shalat Subuh.

4. Berbuka puasa dengan segera setelah matahari terbenam

Waktu yang tepat untuk berbuka puasa sesuai dengan syariah adalah dengan melihat matahari terbenam ketika piringan matahari berjalan di bawah cakrawala dan menghilang sepenuhnya.

5. Hindari dari perbuatan yang dilarang oleh agama

Selama puasa, menghindarlah dari semua pembicaraan dan perbuatan salah. Jangan bertengkar, berselisih atau berdebat menggunakan kata-kata buruk, atau melakukan apa pun yang dilarang.

Selama berpuasa, umat muslim harus mencoba menahan diri dari segala hal yang merugikan. Ketika berpuasa umat muslim juga tidak boleh mmenunjukkan bibir kering dan perut lapar, atau dengan menunjukkan emosi yang buruk. Orang yang berpuasa harus menjadi orang yang menyenangkan dengan semangat yang baik dan ceria.

6. Melakukan banyak amal dan kebaikan

Selama berpuasa, lakukan tindakan amal dan kebaikan kepada orang lain dan tingkatkan ibadah dan bacaan Alquran. Setiap orang harus mencoba membaca seluruh Quran setidaknya satu kali selama bulan Ramadhan.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Umat muslim harus menghindari untuk melakukan apa pun yang dapat membuat puasanya menjadi tidak sah. Hal-hal di bawah ini adalah yang membatalkan puasa dan membutuhkan qadaa ‘(menebus puasa di kemudian hari) sebagai berikut:

  1. Makan, minum atau merokok dengan sengaja, termasuk makan atau minum melalui mulut atau hidung.
  2. Sengaja menyebabkan diri muntah.
  3. Awal pendarahan menstruasi atau pasca melahirkan bahkan di saat-saat terakhir sebelum matahari terbenam.
  4. Melakukan hubungan seksual atau kontak seksual lainnya (atau masturbasi) yang menghasilkan ejakulasi (pada pria) atau sekresi vagina (orgasme) pada wanita.
  5. Makan, minum, merokok atau melakukan hubungan seksual setelah Subuh (subuh) dengan asumsi keliru bahwa ini belum Subuh. Demikian pula, terlibat dalam tindakan-tindakan di atas sebelum Maghrib (matahari terbenam) dengan asumsi yang salah bahwa sudah saatnya Maghrib.
  6. Hubungan seksual selama puasa dilarang. Mereka yang terlibat di dalamnya harus melakukan qadaa ‘(membuat puasa) dan kaffarah (kafarat dengan puasa selama 60 hari setelah Ramadhan atau dengan memberi makan 60 orang miskin untuk setiap hari puasa dengan cara ini). Menurut Imam Abu Hanifah, makan atau minum dengan sengaja saat puasa juga memerlukan qadaa ‘dan kaffarah yang sama.

Niat Berpuasa di Bulan Ramadan

Meskipun puaṣa paling umum dipahami sebagai kewajiban untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, namun puasa sebenarnya adalah kewajiban untuk menahan diri antara fajar dan senja dari makanan, minuman, aktivitas seksual.

Puasa juga menahan dari semua bentuk perilaku tidak bermoral, termasuk pikiran yang tidak murni atau tidak baik. Dengan demikian, kata-kata salah atau perbuatan buruk atau niat buruk sama merusaknya dengan makan atau minum.

Niat berpuasa sendiri adalah :

 “Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala

Setelah matahari terbenam, umat Islam berkumpul di rumah atau masjid untuk berbuka puasa dengan makanan yang disebut ifṭār. Bangsa Arab biasanyamemulai iftar  dimulai dengan kurma, seperti kebiasaan Muhammad, atau aprikot dan air atau susu manis.

Do’a Selama Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Di bulan ramadan ini, sangat dianjurkan untuk banyak membaca alquran dan perbanyak ibadah juga doa. Doa juga akan lebih mudah dikabulkan saat malam lailaul qadr turun. Pada malam lailatul qadr, Ibnu Rajab rahimahullah meriwayatkan:

و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر

“Dianjurkan banyak meminta maaf atau ampunan pada Allah di malam lailatul qadar setelah sebelumnya giat beramal di malam-malam Ramadhan dan juga di sepuluh malam terakhir. Karena orang yang arif adalah yang bersungguh-sungguh dalam beramal, namun dia masih menganggap bahwa amalan yang ia lakukan bukanlah amalan, keadaan atau ucapan yang baik (sholih). Oleh karenanya, ia banyak meminta ampun pada Allah seperti orang yang penuh kekurangan karena dosa.

Saat berpuasa, umat muslim bisa membaca amalan doa ini :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنِي فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيْهِ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِيْنَ

Allâhummaj’al shiyâmî fîhi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fîhi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fîhi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmî fîhi yâ Ilâhal ‘âlamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimîn.

Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, shalat malamku di dalamnya sebagai orang yang shalat malam sebenar­nya, bangunkan daku di dalamnya dari tidurnya orang-orang yang lalai. Bebaskan aku dari dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam. Maafkan aku wahai Yang Memberi ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa.

Keistimewaan dan Keutamaan

Ya, bulan ramadan memang penuh dengan keistimewaan dan jangan sampai kita sebagai umat muslim menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Keutamaan-keutamaan dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan adalah :

  1. Berpuasa adalah sarana untuk mengekang hasrat yang hanya akan membawa umat muslim terjerumus dosa. Itulah sebabnya mengapa puasa bertindak sebagai perisasi. Ya, puasa adalah perisai pelindung karena dengan berpuasa, maka umat muslim bisa menahan diri dari hawa nafsu.
  2. Puasa melindungi umat muslim dari perbuatan yang hanya akan mengurangi ganjarannya, seperti fitnah, berbohong dan menggunakan kata-kata kotor, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaydah : “Puasa adalah perisai selama satu (orang yang berpuasa) tidak membuat lubang di dalamnya (yaitu melanggarnya).” Membuat lubang di dalamnya adalah dengan melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Oleh karena itu, orang yang berpuasa diharuskan menjaga puasa dari semua perbuatan yang melanggar hukum yang akan menghapus dan mengurangi ganjarannya, sehingga hal itu mungkin benar-benar menjadi perisainya dari Api (Neraka).
  3. Keutamaan puasa adalah menambah ketaqwaan umat muslim karena harus menjalankan puasa dengan menghindari larangannya dan menjalan perintahnya. Umat muslim menahan dan mengendalikan hawa nafsunya dengan mengalihkannya dari tindakan yang lebih disukai Allah SWT.

Jadi seperti itulah sejarah, niat, do’a keistimewaan dan keutamaan melaksanakan puasa ramadan. Jangan lupa untuk belajar jujur disetiap langkahmu, Semoga bermanfaat.

(Visited 238 times, 1 visits today)
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Azqiara, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

1 komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *