Puasa Ramadhan, Sejarah, Niat, Do’a, dan Keutamaannya

Diposting pada
Loading...
Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan

Sejarah, Niat, Do’a, Keistimewaan dan Keutamaan Melaksanakan Puasa RamadhanRamadhan dalam bahasa Islam adalah bulan kesembilan dari kalender umat Islam dan bulan suci untuk berpuasa. Puasa dimulai dan berakhir dengan munculnya bulan baru. Tradisi Islam menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan, akan ada malam lailatul qadar yang diperingati pada salah satu dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan, yakni biasanya pada malam ke-27. sumber wikipedia

Dengan hadirnya bulan ramadan ini, seperti apakah sejarah berpuasa, bagaimana niat berpuasa dan juga apa sajakah keutamaan berpuasa?

Sejarah Berpuasa di Bulan Ramadan

Tradisi dimulai pada abad ketujuh saat memperingati bulan ketika Nabi Muhammad mundur ke sebuah gua di utara Mekah untuk perenungan spiritual. Setiap tahun sejak itu, minggu-minggu Ramadhan digunakan untuk introspeksi spiritual yang dilakukan untuk mendapatkan Lailatul Qadr.

Terjadi perdebatan antara turunnya malam lailatul qadr, muslim Syiah mengenalinya sebagai malam Ramadhan ke-23. Sedangkan muslim Sunni mengamatinya pada malam ke-27 bulan itu.

Alquran menggambarkan malam ibadah yang luar biasa ini sebagai “malam seribu bulan”.

Malam ini menandai hari ketika umat Islam percaya malaikat Jibril mulai memberikan wahyu Muhammad dari Tuhan. Selain menjadi bulan yang penuh wahyu, Ramadhan juga memiliki sejarah penting lainnya.

Artikel Terkait : Cara Melakukan Puasa Ramadhan

Selama bulan itu  umat Islam memenangkan Pertempuran Badr, menandai kemenangan besar pertama mereka melawan musuh-musuh yang menduduki Mekah, kota tempat Muhamad dilahirkan.

Ramadhan, bagaimanapun, adalah periode penebusan bagi umat Islam untuk berlatih menahan diri. Perintah berpuasa juga sudah ada di salah satu rukun Islam atau lima prinsip dasar umat Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT :

Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn. Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

“Hai orang-orang yang beriman! Puasa ditentukan untuk Anda seperti yang ditentukan untuk orang-orang sebelum Anda, agar kamu dapat (belajar) menahan diri. “(Puasalah) selama beberapa hari; tetapi jika ada di antara kalian ada yang sakit, atau dalam perjalanan, maka berpbukalah dan mengganti puasa di beberapa hari kemudian. Bagi mereka yang bisa melakukannya (Dengan kesulitan),maka bayarlah fidyah, memberi makan orang yang miskin. Tetapi dia yang akan memberi lebih banyak, atas kehendaknya sendiri, – lebih baik baginya. Dan lebih baik bagimu berpuasa jika kamu mengerti. (Surah Baqarah 2: 183-184)

Niat Berpuasa di Bulan Ramadan

Meskipun puaṣa paling umum dipahami sebagai kewajiban untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, namun puasa sebenarnya adalah kewajiban untuk menahan diri antara fajar dan senja dari makanan, minuman, aktivitas seksual.

Puasa juga menahan dari semua bentuk perilaku tidak bermoral, termasuk pikiran yang tidak murni atau tidak baik. Dengan demikian, kata-kata salah atau perbuatan buruk atau niat buruk sama merusaknya dengan makan atau minum.

Niat berpuasa sendiri adalah :

 “Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala

Setelah matahari terbenam, umat Islam berkumpul di rumah atau masjid untuk berbuka puasa dengan makanan yang disebut ifṭār. Bangsa Arab biasanyamemulai iftar  dimulai dengan kurma, seperti kebiasaan Muhammad, atau aprikot dan air atau susu manis.

Do’a Selama Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Di bulan ramadan ini, sangat dianjurkan untuk banyak membaca alquran dan perbanyak ibadah juga doa. Doa juga akan lebih mudah dikabulkan saat malam lailaul qadr turun. Pada malam lailatul qadr, Ibnu Rajab rahimahullah meriwayatkan:

و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر

“Dianjurkan banyak meminta maaf atau ampunan pada Allah di malam lailatul qadar setelah sebelumnya giat beramal di malam-malam Ramadhan dan juga di sepuluh malam terakhir. Karena orang yang arif adalah yang bersungguh-sungguh dalam beramal, namun dia masih menganggap bahwa amalan yang ia lakukan bukanlah amalan, keadaan atau ucapan yang baik (sholih). Oleh karenanya, ia banyak meminta ampun pada Allah seperti orang yang penuh kekurangan karena dosa.

Saat berpuasa, umat muslim bisa membaca amalan doa ini :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنِي فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيْهِ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِيْنَ

Allâhummaj’al shiyâmî fîhi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fîhi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fîhi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmî fîhi yâ Ilâhal ‘âlamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimîn.

Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, shalat malamku di dalamnya sebagai orang yang shalat malam sebenar­nya, bangunkan daku di dalamnya dari tidurnya orang-orang yang lalai. Bebaskan aku dari dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam. Maafkan aku wahai Yang Memberi ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa.

Keistimewaan dan Keutamaan

Ya, bulan ramadan memang penuh dengan keistimewaan dan jangan sampai kita sebagai umat muslim menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Keutamaan-keutamaan dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan adalah :

  1. Berpuasa adalah sarana untuk mengekang hasrat yang hanya akan membawa umat muslim terjerumus dosa. Itulah sebabnya mengapa puasa bertindak sebagai perisasi. Ya, puasa adalah perisai pelindung karena dengan berpuasa, maka umat muslim bisa menahan diri dari hawa nafsu.
  2. Puasa melindungi umat muslim dari perbuatan yang hanya akan mengurangi ganjarannya, seperti fitnah, berbohong dan menggunakan kata-kata kotor, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaydah : “Puasa adalah perisai selama satu (orang yang berpuasa) tidak membuat lubang di dalamnya (yaitu melanggarnya).” Membuat lubang di dalamnya adalah dengan melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Oleh karena itu, orang yang berpuasa diharuskan menjaga puasa dari semua perbuatan yang melanggar hukum yang akan menghapus dan mengurangi ganjarannya, sehingga hal itu mungkin benar-benar menjadi perisainya dari Api (Neraka).
  3. Keutamaan puasa adalah menambah ketaqwaan umat muslim karena harus menjalankan puasa dengan menghindari larangannya dan menjalan perintahnya. Umat muslim menahan dan mengendalikan hawa nafsunya dengan mengalihkannya dari tindakan yang lebih disukai Allah SWT.

Jadi seperti itulah sejarah, niat, do’a keistimewaan dan keutamaan melaksanakan puasa ramadan. Jangan lupa untuk belajar jujur disetiap langkahmu, Semoga bermanfaat.

(Visited 79 times, 1 visits today)
Loading...
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Azqiara, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

One thought on “Puasa Ramadhan, Sejarah, Niat, Do’a, dan Keutamaannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *