Pengertian Teks Editorial, Fungsi, Ciri Dan Contohnya Lengkap

Posted on

Hello sobat ku Idpengertian.com, senang rasanya hari ini saya dapat menyapa kalian semua. Sobat, pada kesempatan hari ini saya akan mengulas materi mengenai Pengertian Teks Editorial. Langsung simak pembahasannya di bawah yuk.

Pengertian Teks Editorial, Fungsi, Ciri Dan Contohnya Lengkap
Teks Editorial, Fungsi, Ciri Dan Contohnya Lengkap

Pengertian Teks Editorial

Pengertian Teks Editorial adalah teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu/masalah aktual. Dan isu tersebut meliputi masalah politik, sosial, atau pun masalah ekonomi yang memiliki hubungan secara signifikan dengan politik.

Fungsi Teks Editorial

  • Di bawah ini adalah beberapa fungsi dari teks editorial yaitu :
  • Dapat menjelaskan suatu berita dan akibatnya ke pembaca
  • Mempersiapkan kepada masyarakat atau pembaca akan suatu kemungkinan yang akan terjadi
  • Mengisi latar belakang dari isu tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhinya
  • Meneruskan penilaian moral tentang isu itu
  • Sebagai sarana edukatif untuk pembaca

Ciri – Ciri Teks Editorial

Suatu teks editorial mempunyai beberapa ciri-ciri yang harus kita ketahui, berikut ini adalah ciri-cirinya yaitu :

  • Terdapatnya pendapat pribadi dari si penulis
  • Memiliki sifat analisis
  • Memakai pemikiran yang logis untuk menyampaikan pendapat
  • Ditulis dengan perspektif tertentu untuk mengungkapkan suatu kebenaran pendapat hingga apabila dilihat dari perspektif yang berbeda maka kebenaran itu dapat bermakna lain
  • Mempunyai sifat argumentatif sehingga teks editorial ini bisa disebut dengan teks argumentatif atau yang berisi dengan argumen atau pendapat

Baca Juga : Pengertian Teks Eksplanasi 

Struktur Teks Editorial

Sebuah struktur pada teks editorial sama dengan struktur teks eksposisi yakni pernyataan pendapat atau tesis, argumentasi, dan pernyataan ulang pendapat atau reitaration.

Pernyataan pendapat

Suatu pernyataan pendapat atau tesis adalah bagian yang berisi tentang pandangan atau sudut pandang penulis pada permasalahan yang dibahas. Dan biasanya ini mengacu pada bentuk pernyataan atau teori yang diperkuat dengan argumen.

Argumentasi

Definisi Argumentasi adalah bentuk bukti atau alasan yang dapat digunakan untuk memperkuat pernyataan dalam sebuah tesis, walaupun begitu argumentasi juga dapat digunakan untuk menolak sebuah pendapat. Sebuah argumentasi dapat berupa generalisasi atau pernyataan umum, data hasil pernyataan, pernyataan para ahli ataupun fakta yang didasari oleh referensi yang terpercaya.

Pernyataan Ulang Pendapat

merupakan bagian teks editorial yang berisi tentang penguatan kembali pendapat yang sudah di tunjang oleh fakta dalam argumentasi. Dan pernyataan ulang pendapat terdapat pada bagian akhir teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Sebuah kaidah kebahasaan yang digunakan dalam tek editorial tidak berbeda jauh dengan teks prosedur kompleks yaitu menggunakan verba material.

Adverbia

Ini ditujukan agar pembaca meyakini teks yang dibahas dengan menggunakan kata keterangan seperti selalu, sering, biasanya, kadang-kadang, jarang dan lain sebagainya.

Konjungsi

Adalah suatu kata penghubung pada teks, seperti bahkan dan lain sebagainya.

Verba material

Merupakan sebuah verba yang menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa.

Verba rasional

Adalah suatu verba yang menunjukan hubungan intensitas(Pengertian B adalah C) dan milik (Mengandung pengertian B memiliki C)

Verba mental

Merupakan verba yang menunjukan persepsi (melihat, dan lainnya), afeksi (khawatir dan lainnya), dan kognisi (mengerti dan lainnya). Dan pada verba mental ada partisiam pengindra dan fenomena.

Contoh Teks Editorial

Pernyataan pendapat:

Sebagai konsekuensi dari pembatasan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi, kelangkaan solar, dan premium mulai dirasakan di sejumlah daerah. Belum jelas tindakan apa yang akan ditempuh pemerintah agar kelangkaan yang kian meluas ini tak sampai memunculkan keresahan dan gejolak di masyarakat. Yng pasti, tidak bisa dengan dalih kuota tak boleh di langgar, barang yang begitu vital bagi masyarakat dibiarkan menghilang dari pasaran.

Argumentasi:

Tanggung jawab pemerintah untuk menjamin BBM tetap ada di pasar. Kita juga mempertanyakan pernyataan pihak Pertamina yang menyebutkan, karena pembatasan dilakukan dalam rangka mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi agar tak melebihi kuota, ada kemungkinan kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun. Kita memahami Pertamina dihadapkan pada dilema pelik menjaga BBM bersubdi agar cukup hingga Desember 2014. Sebagai bagian upaya dari menekan defisit APBN, kuota BBM bersubsidi dipangkas dari 48 juta kl menjadi 46 juta kl pada APBN Perubahan 2014. Untuk penyaluran BBM bersubsidi di atas angka itu, pemerintah tak akan membayarkan subsudinya kepada Pertamina. Maka yang coba dilakukan Pertamina adalah membatasi penyaluran BBM bersubsidi secara prorata dengan menetapkan kuota harian dan mengurangi jatah SPBU.

Persoalannya, dampak yang diakibatkan oleh pembatasan ini dirasakan bukan hanya oleh pihak pemilik kendaraan pribadi. Warga kesulitan mendapatkan BBM. Aktivitas ekonomi, termasuk distribusi logistik, juga lumpuh atau terganggu. Petani dan nelayan kecil yang perlu solar serta premium untuk irigasi dan melaut juga terkena imbasnya. Di sejumlah daerah, kelangkaan bahkan bukan hanya terjadi pada BBM bersubsidi, melainkan juga nonsubsidi. Artinya, langkah pembatasan kembali membebani secara tak adil pada masyarakat kecil yang bukan hanya dihadapkan pada kenaikan BBM, melainkan juga kelangkaan. Aktifitas ekonomi, temasuk distribusi logistik, juga lumpuh atau terganggu, Petani dan nelayan kecil yang perlu solar serta premium untuk irigasi dan melaut juga terkena imbasnya.

Pernyataan Ulang Pendapat:

Pengalaman selama ini, pembatasan yang mekanismenya tak disiapkan dengan baik hanya memunculkan persoalan baru. Akrobat pemerintah dengan subsidi energi mencapai Rp300 triliun lebih tahun 2014 dan diperkirakan Rp500 triliun tahun 2015 tak semestinya terjadi seandanya pemerintah dari awal tak menunda menempuh langkah berani untuk memangkas ke depanm opsi pembatasan saja tak cukup. Bangsa kita harus disadarkan, era minyak murah telah lama berlalu dan kita tak mau terus tersandera subsidi.

Dan demikianlah sedikit ulasan mengenai Pengertian Teks Editorial yang saya rangkum untuk kalian semua. Semoga bermanfaat dan menambah referensi kalian semua ya, terima kasih.

(Visited 11 times, 2 visits today)
Gravatar Image
Perkenalkan saya Khiky Phuspita Sary, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *