Pengertian Seni Lukis, Sejarah Dan Macam-Macamnya

Posted on

Pengertian Seni Lukis

Pengertian Seni lukis ialah suatu ungkapan ide, perasaan, dan imajinasi yang bersifat subjektif dan mempunyai fungsi untuk menciptakan bentuk-bentuk yang indah serta bermakna, dengan memanfaatkan elemen-elemen seni dan mempertimbangkan prinsip-prinsip seni rupa dalam bidang dua dimensi, itulah salah satu apa saja yang simaksud dengan pengertian seni lukis, untuk lebih banyaknya penjelasan tentang apa sih pengertian seni lukis tersebut, simak penjelasan seni lukis menurut para ahlinya di bawah ini.

Pengertian Seni Lukis, Sejarah Dan Macam-Macamnya

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

Menurut Soedarso

Pengertian Seni Lukis ialah cabang dari seni rupa yang pengungkapannya menggunakan media dua dimensi. Unsur-unsur yang membentuk karya lukis adalah garis dan warna. Dalam buku lain Soedarso mendefinisikan karya lukis adalah karya manusia untuk mengkomunikasikan pengalaman batiniah. Pengalaman tersebut disajikan dalam visualisasi yang menarik sehingga bisa dihayati.

Baca : Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi

Menurut Soni Ade dan Imam R

Karya lukis adalah kekuatan peradaban dan kekuatan budaya karena melukis merupakan kegiatan yang melatih seseorang untuk cermat, jeli, dan teliti dalam mengamati kejadian di alam sekitar. Hal ini sama dengan pengertian seni secara umum yaitu sebuah karya yang terinspirasi dari alam.

Menurut Suyanto

Karya lukis ialah seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk gambar atau lukisan sebagai ekspresi jiwa dari seniman.

Menurut Myers

Karya lukis adalah bentuk untuk mengungkapkan nilai simbolis, intelektual, emosional, subjektif, dan nilai religius. Dengan kata lain, sebuah karya seni tidak hanya menjadi perwujudan ekspresi seseorang akan tetapi juga harus mengandung berbagai nilai untuk membuatnya lebih bermakna.

Sejarah seni lukis di Indonesia

Seni lukis modern Indonesia sudah di mulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Awalnya pelukis Indonesia sebagai penonton atau asisten, sebab pendidikan kesenian merupakan hal mewah yang sulit dicapai penduduk pribumi. Selain karena harga alat lukis modern yang sangat sulit dicapai penduduk biasa.

Masuknya pengaruh kebudayaan Eropa di mulai melalui aktivitas perdagangan dengan  bangsa Portugis pada pertengahan abad 16. Komoditas utama yang di perdagangkan adalah rempah-rempah, selanjutnya disusul oleh kedatangan bangsa Belanda, Spanyol, dan Inggris. Persaingan ketat dari ketiga bangsa tersebut dalam perdagangan di Indonesia akhirnya di menangkan oleh Belanda dengan mendirikan VOC.

Dari awalnya berdagang berlanjut menjadi pendudukan dan menguasai pemerintahan berkepanjangan sampai tiga setengah abad dan berakhir tahun 1945. Peninggalan Belanda yang paling penting diwarisi Indonesia saat ini ialah Agama Katholik dan Kristen, sistem pendidikan, serta beberapa infrastruktur berupa jalan dan bangunan fisik.

Pengaruh seni rupa Barat di duga telah mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-16 di bawa oleh para pedagang VOC yang digunakan untuk hadiah kepada para pembesar kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti lukisan besar yang di berikan kepada seorang raja di Bali, Sultan Palembang, dan raja Surakarta.

Baca Juga : Pengertian Menggambar

Macam-macam Aliran Seni Lukis

Banyaknya seniman seni lukis yang terkenal di seluruh dunia, Seni lukis sendiri mermpunyai beragam aliran yang akan berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Kemunculan aliran-aliran dalam seni lukis mempunyai pengaruh di dunia seni rupa. Berikut ini adalah macam-macam aliran dalam seni lukis yang paling terkenal di dunia.

Aliran Realisme

Merupakan aliran yang menampilkan karya seni lukis apa adanya yang sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari, dan lukisan dibuat seperti keadaan sebenarnya tanpa adanya tambahan lain.

Ciri-ciri aliran ini adalah kebanyakan karya lukisanya menggambarkan kehidupan sehari-hari dan dibuat apa adanya, lukisan yang dibuat terlihat menyatu antara objek satu dengan objek yang lainnya. Tokoh-tokoh yang mempopulerkan aliran ini adalah Gustove Corbert, Fransisco de Goya, dan Honore Umier.

Aliran Surealisme

Adalah aliran yang erat kaitannya dengan dunia fantasi atau imajinasi, seolah–olah kita melukis dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme juga memiliki bentuk atau lukisan yang tidak logis serta seperti khayalan.

Ciri-ciri lukisan aliran ini salah satunya adalah lukisan yang dihasilkan terkesan aneh dan asing tempak asing, lukisan surealisme juga penuh dengan fantasi dan khayalan. Tokoh seniman lukis yang mempopulerkan aliran ini adalah Joan Miro, Salvador Dali , Andre Masson, Sudiardjo, dan Amang Rahman.

Aliran Romantisme

Ialah  aliran yang berusaha menampilkan suatu lukisan dengan fantastik dan indah. Aliran ini menampilkan suatu hal yang bersifat romance, seperti suatu pemandangan alam, tragedi, ataupun sejarah.

Ciri-ciri dari aliran ini adalah biasanya lukisan yang digambarkan dengan kandungan cerita dalam lukisan yaang dahsyat dan emosional, lukisan juga terkesan penuh gerak dan dinamis, warnaya bersifat kontras dan meriah, pengaturan komposisi dalam lukisan juga ikut memberikan kesan dinamis, mengandung kegetiran dan menyentuh perasaan para penikmatnya, dan dari semua hal itu lukisan romantisme ini mengandung kemewahan yang melebihi kenyataan.

Tokoh-tokoh yang turut andil dalam  mengembangkan aliran jenis ini adalah Raden Saleh, Eugene Delacroix, Theodore Gericault, dan Jean Baptiste.

Aliran Naturalisme

Ialah aliran yang berusaha menampilkan suatu objek lukisan secara alami. Aliran ini memang mirip dengan realisme, bedanya naturalisme mempunyai suatu tambahan agar menjadi lebih indah.

Ciri-ciri dari lukisan aliran ini adalah kebanyakan lukisanya bertema tentang alam, memiliki teknik gradasi warna, dan juga memiliki susunan perbandingan. Perspektif, tekstur, perwarnaan dan gelap terang dikerjakan seteliti mungkin. Tokoh-tokoh yang mempolulerkan lukisan aliran ini adalah Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, Basuki Abdullah, Gambir Anom, dan Trubus.

Aliran Impresionisme

Ialah seni yang berusaha menampilkan kesan yang ditangkap objek. Aliran ini juga biasanya memiliki gambar yang agak kabur dan tidak mendetail.

Ciri-ciri aliran lukisan ini adalah goresan kuas pendek dan tebal dengan gaya mirip sketsa, untuk memberikan kemudahan pelukis menangkap esensi subjek daripada detailnya, warna di dapat dengan sesedikit mungkin pencampuran pigmen cat yang digunakan. Warna tercampur secara optis oleh retina, bayangan dibuat dengan mencampurkan warna komplementer, cat tidak di tunggu kering untuk ditimpa dengan warna berikutnya, pengolahan sifat transparansi cat di hindari, Meneliti sedetail mungkin sifat pantulan cahaya dari suatu objek untuk kemudian di terapkan di dalam lukisan, dikerjakan di luar ruangan (en plein air)

Tokoh – Tokoh  yang mempopulerkan aliran ini adalah pelukis-pelukis dunia seperti Claude Monet, Aguste Renoir, Casmile Pissaro, Sisley, Edward Degas, dan Mary Cassat.

Aliran Ekspresionisme

Ialah suatu aliran yang memberikan kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun menyatakan sensasi dari dalam (baik objeknya maupun senimannya). Tokoh-tokoh dunia yang mempopulerkan lukisan jenis ini adalah Vincent, Van Gogh, Paul Gaugiuin, Ernast Ludwig, Affandi, Zaini, dan Popo Iskandar.

Ciri-ciri lukisan aliran ini biasanya lebih banyak mengungkapkan jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia seseorang, ungkapan isi hati seseorang, Imajinasi seseorang, pemilihan warna diutamakan, ekspresionisme menjaga jiwa dan menemukan ‘Sturm und Drang’ dan pancarannya keluar merupakan media yang sangat baik untuk melukiskan emosinya kepada orang lain.

Aliran Abstraksionisme

Ialah aliran yang menggunakan  warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Aliran ini di bedakan menjadi 2 macam yaitu abstrak kubistis dan non-figuratif. Tokoh yang mempopulerkan aliran  ini adalah Mark Rothko, Clyfford Stll, Adolf Got Lieb, Robert Montherwell, dan BornetNewman.

Ciri- ciri seni ini yaitu menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, serta warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Bentuk lukisan ini biasanya berwarna acak sesuai dengan naluri pelukis.

Aliran Kubisme

Ialah aliran yang memiliki bentuk-bentuk geometris seperti segitiga, segi empat, lingkaran, silinder, bola, kerucut, kubus dan kotak-kotak. Ciri-ciri dari aliran ini adalah lukisan yang di gambar memiliki bentuk geometri, lukisan juga memiliki perpaduan warna yang sangat perspektif. Tokoh – Tokoh yang mempopulerkan aliran ini adalah Gezanne, Pablo Picasso, Metzinger, Braque, Albert Glazes, Fernand Leger, dan Robert Delaunay.

Aliran Dadaisme

Ialah aliran yang menyajikan karya artistic dari bentuk yang seram, magic,mengerikan, kekanak-kanakan (naive), terkadang mengesankan. Aliran ini memiliki ciri-ciri seperti seni yang tidak mau ilusi atau ketiadaan ilusi, dominasi warna hitam, merah putih hijau dengan pewarnaan primer, tajam dan kontras. Tokoh – Tokoh  yang mempopulerkan aliran ini adalah Roull Haussmann, Duchamp, dan Hans Arp.

Aliran Futurisme

ialah aliran yang menggambarkan objek lukisan yang terlihat seperti bergerak. Suatu objek digambarkan beberapa kali secara sama,secara perspektif. Ciri-ciri dari lukisan aliran ini adalah, lukisan yang dibuat akan menggambarkan bahwa karya seni tersebut menangkap unsur gerak dan kecepatan, memanfaatkan prinsip aneka tampak atau ( multiple viewpoints ), menggunakan tipografi untuk unsur ekspresi dalam desain, memperhatikan tentang kedinamisan , kedisiplinan, dan gaya untuk mengekspresikan kecepatan dan kesamaan waktu.

Tokoh-tokoh yang mempopulerkan dan mengembangkan aliran ini adalah Giacomo Balla, Umberto Boccioni, Sculptor, dan Carlo Carrà.  Fantastic Art atau Seni Fantastik,

Aliran Fauvisme

Adalah salah satu aliran dalam seni lukis yang adalah aliran yang memberikan kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya. Ciri-ciri dari aliran ini ditandai dengan seni lukisannya ialah warna-warna yang liar dan kontras, warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna aslinya, penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan dapat mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.

Tokoh – Tokoh yang mempopulerkan jenis lukisan aliran fauvisme adalah Henry Matisse, Andre Dirrain, Maurice de Vlamink, Rauol Dufi, dan Kess Van Dongen.

Aliran Klasikisme

Adalah aliran yang menampilkan gambar secara klasik, dan memiliki karakter dan ciri tersendiri. Aliran ini banyak terpampang di nusantara maupun di mancanegara. Aliran ini mengacu pada Yunani dan Romawi.

Ciri-ciri lukisan aliran ini ditandai dengan gaya lukisan yang terikat pada norma-norma intelektual akademis, lukisan yang dibuat dominasi dengan bentuk yang selalu seimbang dan harmonis, raut muka tenang dan berkesan agung,batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis, banyaknya lukisan yang berisi cerita lingkungan istana, lukisan aliran klasikisme juga cenderung dilebih-lebihkan.

Itulah tadi pengertian seni lukis, sejarah seni lukis dan macam-macam seni lukis. Semoga dapat bermanfaat untuk anda semuanya, jangan lupa bookmark website ini dan bagikan jika menurut sobat artikel yang kami sajikan bermanfaat, jangan lupa juga untuk komentarnya ya.

(Visited 47 times, 1 visits today)
Gravatar Image
Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *