Rofiana Fika Sari Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Pengertian Puasa Arafah Niat Waktu Serta Keutamaannya

2 min read

Pengertian Puasa Arafah – Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari arafah yaitu pada tanggal 9 dzulhijjah yakni hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf di padang arafah.

Puasa arafah memiliki keutamaan yang sangat luar biasa, salah satunya dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. karena itu para ulama bersepakat memasukkan puasa arafah kedalam puasa sunnah muakkad ( yang sangat di anjurkan ). Seperti sabda rasulallah saw:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

” puasa hari arafah dapat menghapuskam dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dan puasa asyuro akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim No. 1162).

Pengertian Puasa Arafah

Sedangkan hari arafah adalah hari dimana Allah menyempurnakan islam dan menyempurnakan nikmat-Nya pada waktu itu.

Baca Juga: Macam-Macam Puasa Serta Penjelasannya

Hukum Puasa Arafah

Bagi orang muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji, puasa arafah hukumnya sunnah muakkadah. Sedangkan bagi yang sedang menjalankan ibadah haji tidak ada keutamaan untuk melakukan puasa arafah. Seperti hadis Nabi SAW:

عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِى هُرَيْرَةَ فِى بَيْتِهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ

Dari Ikrim, ia berkata: “Aku masuk ke rumah Abu Hurairah kemudian bertanya tentang puasa hari arafah bagi (jamaah haji yang sedang) di arafah.” Lalu Abu Hurairah Menjawab, “Rosulallah SAW melarang puasa hari arafah di arafah.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Waktu Puasa Arafah

Puasa arafah di di sunnah kan bagi orang muslimin yang sedang tidak menjalankan ibadah haji. Waktunya bertepatan dengan waktu wukuf, jadi pada saat jamaah haji sedang melakukan ibadah wukuf di arafah pada tanggal 9 dzulhijjah maka orang-orang muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji di sunnah kan puasa arafah.

Niat Puasa Arafah

Di dalam hadits, tidak di temukan bagaimana lafadz niat puasa arafah. Bahkan Rasulallah dan para sahabatnya biasa mengerjakan amal dengan niat tanpa di lafalkan.

Semua ulama bersepakat bahwa tempat niat adalah di dalam hati. Melafalkan niat bukanlah saratnya. Namun di sunnah kan oleh ulama jumhur selain mazhab maliki untuk melafalkan niat dengan maksud agar membantu hati dalam menghadirkan niat.

Namun jika mereka yang ingin berpuasa arafah ingin melafalkan niat puasa sunnah arafah bisa melafalkan niat berikut ini:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

(Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i sunnati arafah lillahi ta’aala)

“Aku berniat puasa sunnah arafah esok hari karena Allah taala”

Orang yang ingin melakukan puasa sunnah arafah pada siang hari tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat puasa sunnah arafah seketika itu juga.

Kewajiban niat pada malam hari hanya berlaku untuk puasa fardhu. Untuk puasa sunnah, niat bisa di lakukan pada siang hari selama dia belum makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh sampai tergelincirnya matahari atau waktu dzuhur.

Berikut ini lafal niat puasa arafah pada siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

(Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an sunnati arafah lillahi ta’aala)

“Aku berniat puasa sunnah arafah hari ini karena Allah Ta’ala”

Keutamaan Puasa Arafah

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas tadi bahwa keutamaan puasa arafah sangat luar biasa. Yang salah satunya bisa menghapus dosa selama 2 tahun. Maka sangat merugi jika di tinggalkan atau terlewatkan. Berikut ini ada beberapa hadits shahih yang menjelaskan tentang keutamaan puasa arafah:

سَأَلَ رَجُلٌ عَبْدَ اللَّهِ بن عُمَرَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ ؟ فَقَالَ : كُنَّا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعْدِلُهُ بِصَوْمِ سَنَتَيْنِ

Seseorang laki-laki bertanya kepada Abdullah Ibnu Umar tentang puasa arafah?, kemudian dia menjawab: “kami dulu bersama Rasulallah SAW menyamakannya dengan puasa dua tahun.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath: Hasan Lighoirihi).

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ خَلْفَهُ

Barang siapa yang berpuasa pada hari arafah, maka ia akan diampuni tahun depannya dan tahun belakangnya. (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Ausath: Shahih Lighoirihi).

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُ سَنَتَيْنِ مُتَتابِعَتَيْنِ

Barang siapa yng berpuasa pada hari arafah, maka dosanya diampuni selama dua tahun berturut-turut. (HR. Abu Ya’la: shahih)

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ سَنَةٌ أَمَامَهُ وَسَنَةٌ بَعْدَهُ

Barang siapa berpuasa pada hari arafah, maka ia di ampuni dosa-dosanya setahun yang di depannya dan setahun setelahnya. (HR. Ibnu Majah: shahih)

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulallah di tanya tentang puasa hari arafah, beliau bersabda: “menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. (HR. Muslim)

Semoga pengertian puasa arafah di atas tadi bermanfaat ya untuk kalian semua. Dan semoga Allah senantiasa memberi hidayah kepada kita semua untuk terus beramal shalih.

(Visited 150 times, 1 visits today)
Loading...
Rofiana Fika Sari Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *