Rofiana Fika Sari Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Pengertian Perpindahan Kalor Serta Kapasitasnya Lengkap

2 min read

Pengertian kalor

Kalor ialah salah satu bentuk energi yang bisa berpindah dari satu benda ke benda lainnya karena adanya perbedaan suhu. Ketika dua benda yang mempunyai perbedaan suhu bertemu maka kalor akan mengalir dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.

Pengertian Kalor Perpindahan Serta Kapasitasnya Lengkap

Contohnya ketika kita mencampurkan air dingin dengan air panas, maka yang akan kita dapatkan adalah air hangat. Banyak yang tidak tahu perbedaan antara suhu dan kalor, suhu ialah nilai yang terukur pada termometer, sedangkan kalor ialah energi yang mengalir dari satu benda ke benda lainnya.

Ada juga ilmuan yang berasal dari amerika yang bernama Benjamin Thompson mengatakan bahwa kalor bukanlah zat alir, melainkan energi yang terjadi karena adanya proses mekanik, seperti gesekan.

Perpindahan Kalor

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa perpindahan kalor terjadi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Perpindahan kalor yang dapat terjadi ada tiga jenisnya, yaitu :

Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Adalah perpindahan kalor melalui suatu zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut secara permanen.

Contohnya adalah ketika kita memanaskan salah satu ujung logam, maka ujung logam yang lainnya akan ikut anas karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi kesuhu rendah.

Ketika kita memanaskan salah satu ujung logam, maka partikel yang terdapat pada ujung logam tersebut akan bergetar dan membuat getaran terjadi pada partikel lain yang terhubung dengannya. Sehingga seluruh partikel logam itu akan bergetar walaupun hanya satu ujung logam yang di panaskan, nah hal ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor.

Perpindahan Kalor Secara Konveksi

Merupakan perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Konveksi bisa terjadi pada zat cair atau gas. Ada 2 jenis perpindahan kalor secara konveksi, yaitu :

  1. Konveksi Alamiah

Ialah konveksi yang di pengaruhi gaya apung tanpa faktor luar, dan di sebabkan oleh karena adanya perbedaan massa jenis benda. Contohnya adalah pada pemanasan air, massa jenis partikel air yang sudah panas akan naik menjauh dari api dan di gantikan dengan partikel air lain yang suhunya lebih rendah. Proses inilah yang membuat seluruh partikel zat cair tersebut akan panas sempurna.

  1. Konveksi Paksa

Adalah konveksiyang terjadi karena adanya pengaruh faktor luar dan perpindahan kalor yang dilakukan dengan segaja / dipaksakan.

Maksudnya aliran panas kalor dipaksa menuju ke tempat yang ingin dituju dengan bantuan faktor luar seperti tekanan. Contohnya kipas angin yang akan membawa udara dingin ketempat yang panas, dan radiator mobil yang mempunyai sistem pendingin mesin.

Perpindahan kalor secara radiasi

Ialah proses perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat perantara. Perpindahan kalor secara radiasi berbeda dengan perpindahan konduksi dan perpindahan konveksi. Pada radiasi, agar terjadi perpindahan kalor, kedua benda tidak harus bersentuhan karena kalor bisa berpindah tanpa zat perantara.

Artinya kalor itu akan di pancarkan ke segala arah oleh sumber panas, dan akan mengalir ke segala arah. Contohnya ialah saat kita dekat dengan api unggun dari sudut manapun, maka kita akan tetap merasakan kehangatan dari sumber api, contoh lainnya ialah panas matahari yang sampai ke bumi dan planet–planet lain.

Pencegahan Perpindahan Kalor

Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi bisa di cegah dengan cara mengisolasi ruangan tersebut. Contohnya adalah pada termos. Termos di gunakan untuk menjaga suhu air agar tetap panas dengan mencegah perpindahan kalornya.

Baca Juga : Pengertian Kalor Dan Penjelasannya Lengkap

Kapasitas Kalor

Berdasarkan penelitian yang sudah didapatkan bahwa jika kalor diberikan pada dua buah benda yang berbeda maka akan menghasilkan suhu yang berbeda juga. Contohnya ketika minyak dan air dipanaskan dengan suhu yang sama maka minyak akan memiliki perubahan suhu 2 kali lebih besar dibandingkan dengan air.

Hal ini karena disebabkan oleh perbedaan kalor jenis yang dimiliki suatu benda. Kalor jenis benda yaitu banyaknyakalor yang di perlukan untuk menaikkan suhu dari 1 kg massa benda tersebut menjadi 1°C.

Satuan dari kalor jenis adalah kalori/gramocelcius atau dalam SI di tetapkan dengan joule / kilogramocelcius. Kalor jenis dapat dituliskan dalam persamaan sebagai berikut :

Keterangan :

Q = Kalor (J)

m : Massa Benda (kg)

c = Kalor Jenis (J Kg oC)

ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Sedangkan kapasitor kalor adalah jumlah kalor yang di perlukan untuk menaikkan suhu zat tersebut sebanyak 1°C. Apabila kalor Q menghasilkan suhu sebesar ΔT maka kapasitas kalor dapat dirumuskan :

Itulah tadi Pengertian Kalor Perpindahan Serta Kapasitasnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan membantu kamu semua…..

(Visited 1.003 times, 8 visits today)
Loading...
Rofiana Fika Sari Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *