Pengertian Peran, Jenis Konsep Serta Struktur Peran

Diposting pada

Hay gays kamu tahu enggak ternyata peran menjadi salah satu pembahasan yang paling penting dalam kehidupan manusia lho, apalagi jikalau dikaitkan dengan pemuda sebagai generasi emas, diharapkan peran bisa dirasakan dampaknya diseluruh lapisan masyarakat bahkan dunia apabila telah melakukan suatu tindakan yang bisa membawa perubahan yang besar dan juga mampu membuat ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi bangsa.

Yuk simak penjelasan mengenai peran berikut ini agar kamu lebih paham lagi.

Pengertian Peran

Pengertian peran merupakan suatu rangkaian perilaku yang di harapkan dari seseorang dengan berdasarkan posisi sosial, baik itu secara formal maupun informal.

Pengertian Peran, Jenis Konsep Serta Struktur Peran

Ada juga yang mengatakan bahwa arti peran adalah suatu tindakan yang di lakukan individu atau sekelompok orang dalam suatu kejadian atau peristiwa, dan merupakan suatu pembentuk tingkah laku yang di harapkan dari seseorang yang memiliki kedudukan di masyarakat.

Pengertian Peran Menurut Para Ahli

Supaya dapat lebih memahami mengenai apa itu peran, maka kita dapat merujuk pada pendapat dari beberapa ahli dibawah ini:

Poerwadarminta

Menurutnya, peran adalah suatu tindakan yang dilakukan sesorang berdasarkan peristiwa yang melatar belakanginya. Peristiwa ini bisa dalam hal baik dan hal buruk sesuai dengan lingkungan yang sedang mempengaruhi dirinya untuk betindak.

Wolfman (1992)

Arti peran ialah bagian yang pasti dilakukan oleh setiap orang dalam keadaan, bertingkah laku untuk menyelaraskan dengan realita yang ada. Tingkah laku manusia dan realitas kehidupan itu menjadi dasar penting seseorang yang sedang melakukan suatu pekerjaan.

Suhardono (1994)

Peran ialah patokan, yang ada dalam kehidupan manusia sehingga berfungsi untuk membatasi perilaku dalam setiap posisi. Definisi ini contohnya saja dalam permainan terdirisonal ada seseorang yang beperan menjadi penjaga, ada juga yang menimkati permainan (pelaku).

Soekanto (2009)

Peran ialah suatu pekerjaan yang dilakukan dengan dinamis sesuai dengan status atau kedudukan yang disandang. Status dan kedudukan ini sesuai dengan keteraturan sosial, bahkan dalam keteraturan tindakan semuanya di sesuaikan dengan peran yang berbeda.

Riyadi (2002)

Peran ialah sebuah orientasi atau konsep yang terbentuk karena suatu pihak dalam oposisi sosial di kehidupan masyarakat. Karena hal ini di dasari pada invidu dan alasan untuk melangsungkan tindakan yang di inginkan. Oleh karena itulah tindakan ini selalu di selatarkan dengan peran.

Mifta Thoha (2002)

Peranan menurutnya ialah serangkaian perilaku seseorang yang dilakukan berdasarkan dengan karakternya. Kondisi ini dapat di latarbelakngi pada psikologi seseorang setiap melakukan tindakan yang di inginkan sesuai kata hatinya.

Katz dan Kahn

Peran ialah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan karakter dan kedudukannya. Hal ini di dasari pada fungsi-fungsi yang di lakukan dalam menunjukan kedudukan dan karaketer kepribadian setiap manusia yang menjalankannya.

Bauer (2003)

Peran ialah tindakan atau kerangka konseptual yang di lakukan oleh seseorang berdasarkan dengan tindakan pribadinya. Tentu saja, selain itu menurutnya dipengaruhi pada bentuk kaidah sosial yang berlaku.

Baca Juga : Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

Jenis-Jenis Peran

Peran dapat dibagi menjadi tiga jenis. Menurut Soerjono Soekamto, jenis-jenis peran ini diantaranya sebagai berikut:

Peran Aktif

Peran aktif ialah peran yang dilakukan seseorang secara obsolut atau selalu aktif dalam tindakannya yang dia lakukan di dalam oraganisasi atau lembaga sosial yang dimilkianya. Keaktifan ini sendiri dapat di ukur melui bentuk kehadairan.

Peran Partisipasif

Pengertian peran partisipatif ialah peran yang dilakukan yang hanya berdasarkan jangan atau waktu-waktu tertentu. Definisi berlawanan dengan peran aktif, karena umumnya kondisi peran partisipatif di lakukan dalam wacana objek bukan sebaik subjek.

Peran Pasif

Pengertian peran pasif yaitu peran yang tidak dilakukan. Pengertian ini tentu saja mengindikasikan bahwa peran pasif ialah peran yang hanya dipergunakan sebagai simbul dalam keadaan tertentu yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

Konsep Peran

Dari penjelasan di atas kita dapat mengetahui bahwa peran serta status sosial merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ada konsep peran diantaranya yaitu sebagai berikut:

Persepsi Peran

Persepsi Peran adalah sebuah pandangan kita terhadap tindakan yang seharusnya di lakukan pada situasi tertentu. Dan persepsi tersebut berdasarkan interpretasi atas sesuatu yang di yakini mengenai bagaimana seharusnya kita dalam berperilaku.

Ekspektasi Peran

Ekspektasi peran ini merupakan sesuatu yang sudah di yakini orang lain bagaimana seseorang harus bertindak dalam situasi tertentu. Sebagian besar perilaku seseorang di tentukan oleh peran yang di definisikan dalam konteks yang mana orang tersebut bertindak.

Konflik Peran

Pada saat seseorang berhadapan dengan ekspektasi peran yang berbeda, maka akan menimbulkan konflik peran. Konflik tersebut akan muncul di saat seseorang menyadari bahwa syarat satu peran lebih berat untuk di penuhi ketimbang peran lain.

Struktur Peran

Secara umum, struktur peran ini bisa dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut:

Peran Formal

Merupakan suatu peran yang nampak jelas, yakni segala perilaku yang sifatnya itu homogen. Misalnya seperti dalam keluarga, suami/ ayah dan istri/ibu mempunyai peran sebagai provider (penyedia), pengatur rumah tangga, merawat anak, rekreasi, serta lain-lain.

Peran Informal

Merupakan peran yang tertutup, yaitu suatu peran yang mempunyai sifat implisit (emosional) serta umumnya tidak terlihat di permukaan. Tujuan dari peran ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan emosional serta juga menjaga keseimbangan dalam keluarga.

Demikianlah pengertian peran, jenis konsep serta struktur peran. Semoga dapat bermanfaat untuk setiap pembaca yang sedang mencari arti atau menamabah wawasan mengenai Peran. Trimakasih………

(Visited 414 times, 8 visits today)
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *