Pengertian Obsesif Kompulsif (OCD)

Diposting pada
Loading...

Definisi Obsesif adalah pemikiran, dorongan, atau gambaran berulang dan terus-menerus yang terasa mengganggu, menekan dan diakui sebagai sesuatu yang berlebihan dan tidak masuk akal, meskipun dia merupakan produk dari pikiran yang bersangkutan. Pikiran, dorongan, atau gambaran ini tidak dapat di hapuskan oleh logika atau penalaran.

Pengertian Obsesif Kompulsif

Gangguan obsesif kompulsif atau yang sering di kenal dengan singkatan OCD adalah kelainan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif. Gangguan ini merupakan penyakit jangka panjang seperti halnya tekanan darah tinggi dan diabetes.

Biasanya kelainan ini di tandai dengan pikiran dan ketakutan tidak masuk akal (obsesi) yang dapat menyebabkan perilaku repetitif (kompulsi). Misalnya, orang yang merasa harus memeriksa pintu dan jendela lebih dari 3 kali sebelum dia keluar rumah.

Pengertian Obsesif
Pengertian Obsesif

Pada umumnya obsesi bersifat sangat pribadi. Akan tetapi melalui ilmu kepolisian atau psikologi, masih  mungkin untuk dapat mengetahui obsesi yang di duga melatar belakangi sikap seseorang.

Obsesi umumya timbul karena dirinya termotivasi oleh sesuatu hal yang memengaruhi, yaitu karena seseorang atau orang lain ataupun karena lingkungannya. Bagi mereka yang berasal dari keluarga atau lingkungan militer misalnya, bisa terobsesi menjadi tentara. Dari lingkungan guru, seseorang ingin menjadi guru. Dari kalangan politisi, kerabat atau generasi berikutnya ada kemungkinan juga ingin terjun dibidang politik.

Dalam keadaan normal, orang akan terobsesi untuk berbuat baik untuk lingkungan yang baik pula. Demikian juga sebaliknya, bagi mereka yang berada pada lingkungan kurang baik, tentu akan terobsesi untuk berbuat tidak baik.

Gejala dan Tahap OCD

Gejala OCD yang di alami setiap penderita berbeda-beda. Ada yang ringan, yaitu di mana penderita menghabiskan sekitar 1 jam bergelut dengan pikiran obsesif dan perilaku kompulsifnya, tetapi ada juga yang parah sampai gangguan ini menguasai dan mengendalikan hidupnya.

Umumnya penderita OCD juga terpuruk dalam pola pikiran dan perilaku tertentu. Ada 4 tahap utama dalam kondisi OCD, yaitu obsesi, kecemasan, kompulsi, dan kelegaan sementara.

Obsesi muncul pada saat pikiran penderita terus dikuasai oleh rasa takut atau kecemasan. Kemudian obsesi dan rasa kecemasan akan memancing aksi kompulsi di mana penderita akan melakukan sesuatu agar rasa cemas dan tertekan itu berkurang.

Kemudian perilaku kompulsif tersebut akan membuat penderita merasa lega untuk sementara. Namun obsesi serta kecemasan itu akan kembali muncul dan membuat penderita mengulangi pola itu.

Sifat perfeksionis sangatlah berbeda dengan gejala OCD. Menjaga kebersihan serta kerapian yang berlebihan bukan berarti kamu otomatis mengidap OCD yaa… Pikiran OCD bukan hanya sekedar rasa cemas yang ekstrim tentang masalah dalam kehidupan saja. Jika obsesi dan kompulsi sudah menghambat rutinitas, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau psikolog.

Baca Juga : Pengertian Ambisi Dan Obsesi

Faktor Risiko Dalam OCD

Penyebab OCD belum berhasil di ketahui secara pasti. Namun demikian, banyak penelitian yang telah di lakukan untuk menganalisis sejumlah faktorapa saja yang memicu yang dapat meningkatkan risiko OCD. Di antaranya adalah:

Faktor genetika, Ada bukti yang menunjukkan bahwa gangguan ini berhubungan dengan gen tertentu yang memengaruhi perkembangan otak.

Ketidaknormalan pada otak, Hasil penelitian pemetaan otak memperlihatkan adanya ketidak normalan pada otak penderita OCD yang menyebabkan serotonin yang tidak seimbang. Serotonin ialah zat penghantar yang digunakan otak untuk komunikasi di antara sel-selnya.

Kepribadian seseorang, Orang yang rapi, teliti, serta memiliki sifat disiplin tinggi cenderung memiliki risiko lebih besar untuk mengalami OCD.

Trauma atau kejadian penting dalam hidup, contohnya karena mengalami perundungan (bullying) atau sehabis persalinan.

Langkah Pengobatan dan Komplikasi OCD

Tingkat pengobatan OCD bergantung pada sejauh apa dampak OCD yang kamu alami dalam kehidupan kamu. Ada beberapa langkah dalam penanganan OCD, yaitu dengan cara :

  • Terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini bisa membantu kamu untuk mengurangi kecemasan dengan mengubah cara pikir dan perilaku kamu.
  • Penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan gejala yang kamu alami.

Mencari bantuan medis juga hal terpenting bagi penderita OCD, karena mereka mempunyai kemungkinan untuk sembuh atau setidaknya untuk menikmati hidup dengan mengurangi gejalanya.

Jika tidak segera ditangani, perasaan tertekan dapat bertambah parah dan membuat penderita makin sulit untuk menghadapi OCD sehingga dapat mengalami depresi. Tingkat depresi yang parah bahkan bisa memicu dorongan untuk bunuh diri.

Demikianlah pengertian obsesif kompulsif yang dapat saya jelaskan. Semoga bermanfaat untuk kamu semua.

(Visited 202 times, 2 visits today)
Loading...
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *