Pengertian Menggambar, Prinsip, Unsur Dan Contohnya

Posted on

Menggambar merupakan kegiatan seni yang sudah kita kenal sejak jaman dahulu kala. Banyak sekali hasil kegiatan menggambar yang di temukan para ilmuwan pada dinding-dinding gua atau tempat bersejarah lainnya. Hal tersebut sudah cukup membuktikan bahwa seni menggambar memang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita.

Gambar-gambar itu menyampaikan pikiran dan perasaan seseorang. Sebuah gambar juga bisa diartikan sebagai sebuah simbol. Lalu, apa sebenarnya pengertian menggambar itu sendiri? Yuk simak penjelasan berikut ini !

Pengertian Menggambar, Prinsip, Unsur Dan Contohnya
Pengertian Menggambar, Prinsip, Unsur Dan Contohnya

Pengertian Menggambar Menurut Para Ahli

Cennino Cennini (1370-1440)

Menurutnya seni menggambar bukan hal yang mudah. Waktu yang di butuhkan pun tidaklah singkat. Perlu banyak latihan untuk menjadi seorang yang ahli dalam menggambar. Jika ingin mendapat hasil gambar yang bagus, maka kita harus berlatih menggambar setiap harinya. Dengan seringnya kita berlatih, maka akan semakin bagus juga gambar yang kita buat.

Katherine Klipper Merseth

Menurutnya sebuah gambar bernilai lebih tinggi dari ribuan kata. Gambar juga mewakili kita dalam menyampaikan suatu pesan. Jadi, kegiatan menggambar itu suatu kegiatan untuk menyampaikan pesan lewat sebuah seni.

Edgar Degas (1834-1917)

Menggambar ialah ekspresi langsung dan spontan dari seorang seniman. Menggambar juga merupakan sebuah bentuk tulisan yang mengungkap kepribadian seniman yang menggambarnya.

John Berger (2013)

Mengartikan gambar sebagai sebuah penemuan. Menggambar merupakan proses menemukan makna dalam suatu hal yang sudah dialami oleh seorang seniman. Setelah makna di temukan, maka seniman menuangkannya dalam bentuk sebuah gambar.

Jean Auguste Dominique Ingres (1780-1867)

Menurutnya, gambar adalah kejujuran dari seni. Menggambar tidak hanya meniru kontur, gambar tidak hanya berisi kumpulan garis, gambar ialah ekspresi, bentuk terdalam, rancangan, dan model. Kegiatan menggambar yaitu menyampaikan ekspresi jiwa dari sisi terdalam seorang seniman.

Le Corbusier (1887-1965)

Corbusier mengatakan bahwa lebih suka menggambar daripada berbicara. Menggambar itu lebih cepat, dan tidak membuka kesempatan untuk kebohongan. Dengan menggambar kita menyampaikan maksud kita dengan lebih cepat, tanpa ada rekayasa sedikit pun.

Salvador Dali (1904-1989)

Dali mempunyai pendapat yang hampir sama dengan Ingres, yang menyatakan bahwa menggambar adalah seni yang jujur. Tidak ada kesempatan untuk menjiplak, entah itu baik atau buruk.

Henri Matisse

Menggambar itu seperti halnya membuat sikap ekspresif dalam bentuk yang abadi. Pendapat Matisse bisa di simpulkan bahwa dengan menggambar, kita menuangkan ekspresi jiwa kita sekaligus mengabadikannya.

Spencer Gore

Dengan menggambar, seseorang telah mengembangkan kemampuannya dalam melihat dan memahami apa yang sudah dia lihat. Pendapatnya lebih merujuk pada interpretasi seniman. Menggambar berarti meniru bahkan menginterpretasikan obyek yang dilihat sang seniman.

Andre L’Hote

Kita dapat belajar melukis dengan cara menggambar, karena menggambar adalah cara untuk menyiapkan tempat bagi warna-warna yang akan dipoleskan.

Baca Juga : Pengertian Kerajinan Seni Rupa 2 Dan 3 Dimensi

Prinsip Menggambar

Keseimbangan/Balance

Berkenaan dengan kualitas bobot atau kesan berat ringannya suatu karya. Keseimbangan bisa dibuat secra formal atau dengan istilah yang lazim disebut setangkep (jawa) atau simetris. Keseimbangan bisa di buat pula secara informal ataui asimetri dan keseimbangan radial atau memancar.

Kesatuan/Unity

Prinsip ini bisa tercapai apabila terpenuhi prinsip keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan keselarasan. Teori-teori Psikologi Gestalt tentang kedekatan, ketertutupan dan kesamaan bisa membantu terpenuhinya prinsip kesatuan dalam karya seni rupa.

Irama

Prinsip ini di timbulkan dari kesan gerak dari unsur yang melekat pada karyanya yang bisa di upayakan melakukan pengulangan, pergantian, perubahan ukuran, dan gerak mengalun.

Centre of Interst

Disebut juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak adalah upaya penampilan pada bagian tertentu dari karya seni rupa yang menarik perhatian dengan cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur lain, dan pengaturan arah unsur-unsur.

Proporsi atau Perbandingan

Upaya pengaturan yang bersangkutan dengan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Besar, kecil, luas, sempit, panjang, pendek atau tinggi, rendah ialah persoalan proporsi. Dalam seni rupa prinsip proporsi di gunakan untuk mempertimbangkan perbandingan bidang kertas atau kanvas dengan  objek yang digambar atau dilukis. Prinsip perbandingan lebih menekankan pada varisasi atau keragaman ukuran unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan yang utuh.

Keselarasan

Lazim disebut dengan prinsip harmoni atau keserasian adalah timbul dengan adanya kesamaan, kesesuain, dan tidak adanya pertentangan. Dalam seni rupa prinsip keselarasan bisa dibuat dengan cara menata unsur-unsur yang mungkin sama, sesuai, dan tidak ada yang berbeda secara mencolok.

Unsur Dalam Menggambar

Pada dasrnya, unsur-unsur dalam  menggambar sama halnya pada unsur dalam karya seni rupa scara umum. Unsur-unsur dalam menggambar antara lain ialah titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang sebagai berikut :

Titik

Adalah salah satu unsur dasar seni rupa yang paling kecil.Semua wujud sebuah karya, awalnya di hasilkan dari unsur titik ini. Titik juga bias menjadi pusat perhatian tersendiri jika berkumpul atau mempunyai warna berbeda dari yang lainnya.

Garis

Merupakan goresan atau limit/batas dari suatu benda, bidan, ruang, tekstur, warna, dan lain sebagainya. Garis sendiri mempunyai dimensi yang memanjang dan cenderung memiliki arah tertentu, serta mempunyai beberapa sifat, yang diantarannya panjang, pendek, tipis, lurus, horizontal, vertical, berombak, melengkung, miring, halus, tebal, patah-patah, dan masih banyak yang lainnya.

Pemanfaatan garis dalam sebuah desain digunakan untuk mencapai kesan tertentu, seperti hal nya membuat kesan kekar, megah, kuat, simple atau agung.

Bidang

Bidang dalam seni rupa ialah salah satu unsur seni rupa yang terbentuk atau dibentuk dari hubungan beberapa garis.Bidang sendiri mempunyai dimensi panjang dan lebar atau bisa disebut dengan pipih.

Sedangkan, kalau bentuk mempunyai dimensi panjang, lebar dan tinggi, oleh sebab itu bentuk selalu memiliki volume atau isi. Jika di lihat dari bentuknya, bidang ataupun bentuk terdiri dari beberapa macam, yang diantaranya bidang biomorfosis(organis), bidang geometris, bidang tak beraturan serta bidang bersudut.

Bidang sendiri dapat terbentuk karena ada dua ujung garis yang saling bertemu atau bisa juga karena sapuan warna. Bidang juga di batasi dengan kontur dan disebut juga dengan bentuk 2 dimensi, yaitu cuma terdiri dari lebar dan panjang saja.

Dalam seni rupa juga terdapat beberapa bidang dasar, diantaranya adalah bidang segi empat, segitiga, lingkaran, trapesium, oval, dan lain sebagainya.

Bentuk

Bentuk menurut artian bahasa bisa dikatan bangun (shape) atau juga bentuk plastis (form). Bangun (shape) merupakan bentuk benda yang polos, seperti hal nya yang nampak oleh mata, sekedar untuk mengatakan sifatnya saja (kotak, bundar, ornamental, atau tak beraturan).

Tekstur

Tekstur adalah suatu sifat permukaan sebuah benda. Sifat tersebut dapat berkesan kasar, lembut, halus, mengkilap, kusam, berpori, licin, dan lain sebagainya.

Kesan-kesan tersebut dapat dirasakan lewat penglihatan serta rabaan. Oleh sebab itu ada dua macam tekstur yaitu tekstur semu (maya) yang dimana kesan benda tersebut berbeda antara penglihata mata dengan hasil rabaan, serta tekstur rabaan.

Warna

Teori warna yang berdasar kepada cahaya, dapat kita lihat melalui tujuh spektrum warna yang terdapat pada ilmu fisika, seperti hal nya dengan warna pelangi.

Secara teori warana dapat dipeljari lewat dua pendekatan, salah satunya dengan menggunakan teori warna yang berdasar pada pigmen warna (goethe) yaitu butiran halus yang terdapat pada warna. Berikut ada beberapa yang harus kamu ketahui tentang teori  pigmen warna :

Warna Primer

adalah warna pokok atau warna dasar yang tidak bisa kita peroleh dari campuran warna lain. Warna tersebut adalah merah, kuning, dan biru.

Warna Skunder

Yaitu warna yang didapatkan dari hasil pencampuran antara dua warna primer, misalkan warna ungu, oren (jingga), dan hijau.

Warna Tersier

Yaitu warna yang di hasilkan dari percampuran dua warna skunder.

Warna Analogus

Yaitu deretan warna yang letaknya berdekatan dalam suatu linkaran warna, misalkan warna kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain sebagainya.

Gelap Terang

Dalam karya seni rupa 2 dimensi,unsure gelap dan terang bisa berfungsi dalam beberapa hal,diantaranya menggambar benda seolah benda tersebut memiliki volume(3 dimensi).

Unsur gelap terang dalam karya seni rupa bisa terjadi karna intesitas warna(daya pancar), dapat juga terjadi karena percampuran antara warna hitam dan putih.

Ruang (kedalaman)

Jika dalam karya seni 3 dimensi dapat dirasakan langsung oleh sang penikmat tersebut, seperti halnya dengan  ruangan dalam rumah, ruang gedung dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam karya seni 2 dimensi ruang hanya bersifat semu (maya) karena di dapatkan dari kesan penggambaran yang datar, pipih, menjorok, cekung, cembung. Dekat, jauh, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, dalam karya seni 2 dimensi, kesan ruang atau yang disebut juga dengan kedalaman bisa diperoleh dengan beberapa cara,yang diantaranya sebagai berikut :

  • Penggambaran gempal
  • Penggunaan perspektif warna
  • Peralihan warna,gelap,terang serta tekstur
  • Pergantian ukuran
  • Penggambaran bidang bertindih
  • Pergantian tampak bidang
  • Pelengkungan atau pembelokan bidang
  • Penambahan bayang-bayang

Contoh Menggambar

Berikut ini beberapa contoh sketsa gambar pemandangan yang dibuat menggunakan pensil yang dengan mudah di tirukan oleh pemula. Sebelum memulai menggambar pemandangan, terlebih dahulu siapkanlah peralatan yang akan digunakan.

Sketsa Pemandangan Desa

Membuat sketsa pematang sawah sangat mudah bukan ? hanya dengan menggunakan pensil gambar pemandangan sawah di atas bisa kamu tirukan dengan mudah. Hanya berbekal sebuah pensil dan selembar kertas kosong.

Sketsa Pemandangan Pantai

Gambar pemandangan di atas sanagt mudah ditirukan oleh pemuda, karena tidak terlalu banyak detail yang diaplikasikan ke atas kertas.

Sketsa Pemandangan Sederhana

Agak rumit ya? tapi kamu harus yakin bisa meniru sketsa gambar pemandangan sungai di atas. Cobalah untuk menggambar pola seperti gambar-gambar sebelumnnya dan kemudian ayunkan pensilmu untuk mengaplikasikan guratan-guratan detailnya.

Itulah tadi pengertian menggambar, prinsip, unsur dan contohnya, semoga bermanfaat.

(Visited 15 times, 1 visits today)
Gravatar Image
Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *