Pengertian Ketahanan Pangan Dan Cara Pemanfaatannya

Diposting pada
Loading...

Ketahanan pangan adalah ukuran terhadap gangguan pada masa yang akan datang atau ketiadaan suplai pangan penting akibat factor. Sebagai contoh yaitu kelangkaan bahan bakar, kekeringan dan sebagainya, ada banyak sekali faktor yang sangat mempengaruhi ketahanan pangan ini, untuk lebih jelasnya tentang ketahanan pangan simak penjelasan di bawah ini lengkap.

Pengertian Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan ialah ketersediaan pangan dan kemampuan untuk mengaksesnya. Sebagai contoh, sebuah rumah tangga memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada pada kondisi kelaparan ataupun dihanui oleh macaman kelaparan. Penilaian ketahanan pangan di bagi menjadi ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko dan keswadayaan atau keswasembadaan perorangan.

Pengertian Ketahanan Pangan
Pengertian Ketahanan Pangan

Pilar Ketahanan Pangan

Ketersediaan pagan mempunyai hubungan dengan suplai pangan melalui distribusi produksi dan pertukaran. Produksi pangan di tentukan oleh berbagai jenis faktor, yaitu :

  • kepemilikan lahan dan penggunaannya
  • jenis dan manajemen tanah
  • pemilihan,pemuliaan, dan manajemen tanaman pertanian
  • pemuliaan dan manajemen hewan ternak
  • pemanenan.

Produksi sebuah tanaman seperti pertanian, banyak di pengaruhi berbagai faktor seperti cuaca, curah hujan dan temperatur. Pemanfaatan lahan, air dan energi untuk menumbuhkan produksi bahan pangan sering sekali berkompetisi dengan kebutuhan lainya.

Produksi tanaman pertanian bukanlah kebutuhan yang mutlak untuk suatu negara untuk bisa mencapai suatu ketahanan pangan. Sebagai contoh Negara yang tidak mempunyai sumber daya alam untuk memproduksi bahan pangan akan tetapi mampu mencapai ketahanan pangan adalah singapura dan Jepang.

Baca Juga : Pengertian Manusia Purba, Jenis Serta Sejarahnya

Akses terhadap bahan pangan

Kemiskinan membatasi akses terhadap bahan pangan dan meningkatkan kerentanan suatu individu atau rumah tangga terhadap peningkatan harga bahan pangan. PBB menyatakan bahwa penyebab kelaparan dan malnutrisi sering sekali bukan di sebabkan oleh kelangkaan bahan pangan namun ketidakmampuan mengakses bahan pangan karena kemiskinan.

Akses terhadap bahan pangan lebih kepada besarnya alokasi dab kemapuan membeli bahan pangan, dan juga faktor selera pada suatu individu atau rumah tangga.

Terdapat dua perbedaan mengenai akses kepada bahan pangan.

  • Akses langsung, yaitu rumah tangga memproduksi bahan pangannya sendiri
  • Akses ekonomi, yaitu rumah tangga membeli bahan pangan yang diproduksi di tempat lain.

Kemampuan akses kepada suatu bahan pangan tidak selalu menyebabkan seseorang membeli bahan pangan tersebut karena ada faktor selera dan budaya, meskipun lokasinya bisa mempengaruhi akses kepada bahan pangan dan jenis akses yang di gunakan pada rumah tangga tersebut.

Pemanfaatan bahan pangan

Saat bahan pangan telah di dapatkan, maka banyak faktor yang mempengaruhi dari kualitas dan jumlah pangan yang dijangkau oleh anggota keluarga. Akses terhadap fasilitas kesehatan juga bisa mempengaruhi pemanfaatan pangan sebab kesehatan suatu individu mempengaruhi bagaimana suatu makanan dicerna.

Stabilitas

Kerawanan terhadap pangan bisa berlangsung secara musiman, transisi, ataupun kronis (permanen). Pada ketahanan pangan transisi, pangan memungkinkan tidak adanya bahan pangan pada suatu periode waktu tertntu. Stabilitas pangan menunjuk pada suatu kemampuan dalam mendapatkan bahan pangan sepanjang waktu tertentu.

Tantangan untuk mencapai ketahanan pangan

Degradasi lahan

Di perkirakan 40% dari lahan pertanian di dunia terdegradasi secara serius. Pertanian intensif membawa terjadinya penurunan kesuburan tanah dan penurunan hasil.

Hama dan penyakit

Penyakit dan hama bisa mempengaruhi sebuah produksi budidaya pertenakand dan tanaman sehingga dapat berdampak bagi ketersediaan suatu bahan pangan. Contoh penyakit tanaman Ug99, salah satu tipe penyakit karat batang pada gandum dapat menyebabkan kehilangan hasil pertanian hingga 100%.

Krisis air global

Tingginya muka air tanah terus menurun di berbagai negara dikarenakan pemompaan yang berlebihan. Di berbagai negara di dunia sudah melakukan importasi gandum yang disebabkan oleh terjadinya defisit air, negara-negara besar sudah mengalaminya seperti China dan India.

Perebutan lahan

Kepemilikan lahan lintas batas negara semakin meningkat. Perusahaan Korea Utara Daewoo Logistics telah mengamankan satu bidang lahan yang luas di Madagascar untuk mebudidayakan jagung dan tanaman pertanian lainnya untuk produksi biofuel.

Perubahan iklim

Fenomena cuaca yang ekstrim seperti kekeringan dan banjir di perkirakan akan meningkat karena perubahan iklim terjadi. Kejadian ini akan memiliki dampak di sektor pertanian. Diperkirakan pada tahun 2040, hampir seluruh kawasan sungai Nil akan menjadi padang pasir di mana aktivitas budidaya tidak dimungkinkan karena keterbatasan air.

Demikianlah penegertian ketahanan pangan. Semoga berguna dan bermanfaat untuk kamu yang membaca.

(Visited 125 times, 1 visits today)
Loading...
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *