Pengertian Kebijakan Fiskal Lengkap

Diposting pada

Hay berjumpa lagi dengan saya di unityradio.info Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kebijakan fiskal. Mungkin kita bertanya-tanya tentang pengertian kebijakan fiscal. Nah disini kami akan membahas sejelas dan selengkapnya agar kita semua paham. Oke langsung saja simak penjelasan berikut ini !

Pengertian Kebijakan Fiskal

Pengertian Kebijakan Fiskal ialah suatu kebijakan ekonomi yang di lakukan oleh pemerintah untuk mengarahkan dan mengelola kondisi perekonomian negara menjadi lebih baik atau lebih produktif dari sebelumnya. Instrumen utama dari kebijakan fiskal yaitu pendapatan dari pajak dan juga pengeluaran/belanja negara.

Pengertian Kebijakan Fiskal
Pengertian Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal ini di lakukan dengan cara mengubah pola penerimaan (berupa pajak) dan pengeluaran negara yang di lakukan oleh pemerintah. Pada pelaksanaannya, kebijakan fiskal di lakukan dengan mengatur Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) dan mengubah angka-angka di dalamnya untuk mendapatkan keadaan yang ada pada tujuan penyusunan APBN.

Instrumen Kebijakan Fiskal

Pada kebijakan fiskal ada dua instrumen utama, yaitu pengeluaran (belanja negara) dan pendapatan (dari pajak). Berikut ini penjelasan singkatnya :

Pendapatan Negara (Pajak)

Pajak ialah instrumen fiskal yang di pakai oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan. Pajak bersifat memaksa dan tercantum dalam konstitusi, dimana semua wajib pajak (perorangan dan badan usaha) wajib memberikan kontribusi pada negara.

Pengeluaran Negara

Semua pengeluaran negara disusun dalam APBN. Pengeluaran pemerintah ini ada banyak jenisnya, mulai dari biaya untuk pembangunan infrastruktur, biaya pembangunan untuk masyarakat umum, sampai biaya untuk keperluan operasional pemerintah sendiri.

Macam-Macam Kebijakan Fiskal

Terdapat beberapa macam Kebijakan Fiskal menurut jumlah penerimaan dan pengeluarannya, yaitu sebagai berikut :

Kebijakan Anggaran Surplus

Yaitu kebijakan dimana pemerintah tidak menggunakan seluruh pendapatan untuk pengeluaran sehingga akan menambah tabungan pemerintah. Kebijakan ini berfungsi untuk mengatasi inflasi.

Dengan adanya inflasi, harga akan naik karena uang lebih banyak di bandingkan dengan barang, sedangkan kebijakan surplus menekankan pengeluaran pemerintah yang pada gilirannya juga menekan dan mengurangi permintaan barang dan jasa secara agregat. Hal inilah yang kemudian dapat menurunkan angka inflasi.

Kebijakan Anggaran Berimbang

Yaitu bentuk anggaran dimana realisasi pendapatan negara sama dengan besarnya jumlah realisasi pengeluaran atau belanja negara. Lewat kebijakan ini pemerintah menyesuaikan pengeluaran dan belanjanya. Hal ini disesuaikan dengan penerimaan yang dimiliki negara sehingga antara pengeluaran dan penerima sama dan berimbang.

Kebijakan anggaran berimbang memiliki kekuarangan. Kekurangannya adalah ketika deflasi, dimana uang yang beredar lebih sedikit dari kebutuhan masyarakat, harga, produksi, dan investasi turun sehingga kegiatan ekonomi akan turun. Anggaran belanja yang turun menyebabkan kegiatan ekonomi juga turun sehigga pertumbuhan ekonomi akan terhambat.

Kebijakan Anggaran Defisit

Merupakan kebalikan dari kebijakan anggaran surplus. Kebijakan ini di dasarkan atas pengeluaran yang lebih besar di banding dengan pendapatan. Pengeluaran yang lebih besar di bandingkan pendapatan biasanya akan diatasi dengan sebuah pinjaman, baik itu pinjaman dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Kebijakan anggaran defisit dilakukan karena  bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk mengukur anggaran defisit ada empat cara, Yaitu dapat di hitung dengan :

  • Defisit primer, yaitu selisih belanja diluar pembayaran pokok dan bunga utang dengan pendapatan total
  • Defisit operasional, yaitu perhitungan anggaran defisit yang diukur dalam nilai riil dan bukan dalam nilai nominal
  • Defisit konvensional, yaitu perhitungan defisit berdasarkan selisih belanja total dan pendapatan total, termasuk hibah
  • Defisit moneter, yaitu selisih belanja total pemerintah diluar pembayaran pokok atau utang dengan pendapatan total di luar penerimaan utang.

Baca Juga :Pengertian Hukum Menurut Para Ahli Lengkap

Fungsi kebijakan fiskal

Kebijakan fiskal ini mempunyai beberapa fungsi yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Berikut ini adalah fungsi kebijakan fiskal tersebut :

Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya

Sumber daya yang di maksud adalah sumber daya alam dan sumber daya manusia. Tanpa adanya dua komponen ini maka aktivitas ekonomi suatu negara akan sangat terancam. Dengan adanya kebijakan fiskal maka kedua sumber daya itu akan menjadi seimbang dan lebih optimal penggunaannya.

Mengoptimalkan Aktivitas Investasi

Investasi merupakan salah satu sumber pemasukan bagi para devisa negara. Tentunya hal ini akan memberikan keuntungan bagi pemerintah dan negara karena saling menguntungkan antara pengusaha dan investor.

Dengan adanya kebijakan fiskal ini, maka para pemilik modal akan mendapatkan peluang besar dalam menginvestasikan modalnya.

Tujuan Kebijakan Fiskal

Tujuan utama dari kebijakan fiskal adalah untuk menentukan arah, sasaran, dan prioritas pembangunan ekonomi nasional. Namun secara rinci, berikut ini adalah beberapa tujuan kebijakan fiskal tersebut :

  • Mencapai kestabilan ekonomi secara nasional
  • Memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional
  • Memacu laju investasi di Indonesia
  • Membuka lapangan pekerjaan lebih luas
  • Mewujudkan keadilan nasional
  • Menjaga stabilitas harga barang dan jasa agar laju inflasi bisa dikendalikan
  • Pemerataan dan pendistribusian pendapatan.

Demikianlah pengertian tentang kebijakan fiskal, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu.

(Visited 24 times, 1 visits today)
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Rofiana Fika Sari, saya sebagai penulis dalam blog ini. Semoga apa yang saya bagikan didalam artikel dapat menambah keilmuan anda dan semoga bermanfaat Amin.....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *