Pengertian Inflasi, Teori, Jenis, Dampak, Dan Cara Mengendalikan

Posted on

Sobat, Idpengertian.com yang budiman, mungkin kita sering mendengar kata inflasi, tapi apakah sebenarnya inflasi itu? Nah sobat, kali ini saya akan mengulas sumuanya baik dari Pengertian Inflasi, Teori, Jenis, Dampak, Dan Cara Mengendalikannya, yuk simak pembahsannya di bawah ini.

Pengertian Inflasi, Teori, Jenis, Dampak, Dan Cara Mengendalikan
Pengertian Inflasi, Teori, Jenis, Dampak, Dan Cara Mengendalikan

Pengertian Inflasi

Secara umum,  Pengertian Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian disuatu negara dimana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang (kontinu) disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Para ahli dan pakar mempunyai pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa itu inflasi. Dan berikut ini adalah kumpulan pengertian inflasi menurut para ahli secara lengkap :

Menurut Parkin dan Bade

Pengerian Inflasi adalah pergerakan ke arah atas dari tingkatan harga. Dan secara mendasar ini berhubungan dengan harga, hal ini bisa juga disebut dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk memperoleh barang tersebut.

Menurut Nopirin (1987:25)

Definisi Inflasi merupakan suatu proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus selama peride tertentu.

Baca Juga : Pengertian Pembangunan Ekonomi

Menurut A. P. Lahnerinflasi

Pengertian Inflasi adalah suatu keadaan yang di mana sudah terjadinya kelebihan dari suatu permintaan atas barang-barang di dalam suatu perekonomian dengan cara menyeluruh.

Menurut Bambang dan Aristanti (2007)

Mereka mengemukakan bahwa Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Dan kejadian inflasi akan mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat.

Menurut Dwi Eko Waluyo

Pengertian Inflasi adalah salah satu bentuk dari penyakit-penyakit ekonomi yang sering terjadi dan dialami hampir di semua negara. Dan kecenderungan dari kenaikan suatu harga-harga pada umumnya dan terjadi secara terus-menerus.

Menurut Gerald J. Thuesen dan W. J. Fabrycky

Definisi Inflasi adalah suatu keadaan yang menggambarkan suatu perubahan atas tingkat harga di dalam sebuah perekonomian.

Menurut Investoword

Pengertian Inflasi adalah kenaikan harga umum keseluruhan barang dan jasa dalam suatu perekonomian yang biasanya diukur dengan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index).

Menurut Marcus

Marcus mengemukakan bahwa Inflasi adalah sebuah nilai pada saat tingkat dari suatu harga barang atau pun jasa umumnya yang sedang mengalami kenaikan.

Menurut Mc. Eachern

Definisi Inflasi merupakan suatu keadaan yang di mana kenaikan secara terus-menerus di dalam rata-rata tingkat suatu harga. Dan jika tingkat harga itu berfluktuasi, maksudnya dengan keadaan pada bulan ini naik bila pada bulan depannya lagi turun, bila pada saat setiap kenaikan kerja itu bukanlah termasuk dalam suatu inflasi.

Menurut Nanga

Pengertian Inflasi adalah suatu gejala ketika tingkat dari 1 harga pada umumnya sedang mengalami kenaikan terus-menerus. Tapi, jika keadaan kenaikan pada harga ini terjadi dalam sekali masa saja itu tidak bisa dikatakan dengan terjadi sebuah inflasi.

Menurut Nopirin

Nopirin mengemukakan bahwa Inflasi adalah suatu proses dari suatu kenaikan harga pada umumnya dan akan bergerak secara terus-menerus, misalnya pada barang-barang primer kebutuhan sehari-hari.

Menurut Rahardja

Pengertian inflasi merupakan suatu kecenderungan atas harga yang berguna untuk meningkat secara terus-menerus pada umumnya. Dan ketika harga barang sedang mengalami kenaikan hampir sebagian besar dari harga barang pada umumnya, itulah yang disebut dengan Inflasi.

Menurut Rimsky K. Judisseno

Definisi Inflasi adalah salah satu kejadian yang dimana di mana moneter yang ditunjukkan dari satu kecenderungan dari naiknya harga barang-barang pada umumnya. Di dalam kejadian ini berarti sedang terjadinya penurunan tingkat nilai mata uang.

Menurut Sadono Sukirno

Pengertian Inflasi adalah suatu proses ketika terjadinya suatu kenaikan harga yang berlaku terhadap perekonomian.

Menurut Sukwiaty, dkk (2009)

Definisi Inflasi adalah proses suatu kejadian dan bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Jadi, jangan menganggap kalau tingkat harga tinggi itu berarti inflasi tinggi. Tetapi inflasi terjadi kalau proses kenaikan harga yang terus menerus dan saling pengaruh mempengaruhi.

Menurut Weston dan Sopeland

Mereka mendefinisikan bahwa inflasi adalah suatu keadaan di bidang ekonomi yang sedang diterpa oleh suatu kenaikan di tingkat harga yang paling tinggi serta tidak bisa untuk dicegah atau pun dikendalikan kembali.

Menurut Winardi

Pengertian Inflasi adalah suatu periode pada masa tertentu, yang terjadi ketika suatu kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter menurun. Dalam pengertian Inflasi tersebut bisa timbul jika nilai uang yang didepositokan akan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.

Menurut KBBI

Mendefinisikan bahwa inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Teori Inflasi

Berikut ini adalah tiga teori yang membahas mengapa inflasi itu terjadi, yaitu :

  • Teori Kuantitas yaitu Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, kaum klasik berpendapat bahwa tingkat harga ditentukan oleh jumlah uang yang beredar. Pada harga akan naik jika ada penambahan uang yang beredar. Dan jika jumlah barang yang ditawarkan tetap, sedangkan jumlah uang ditambah menjadi dua kali lipat, maka cepat atau lambat harga akan naik menjadi dua kali lipat.
  • Teori Keynes yakni melihat bahwa inflasi terjadi karena nafsu berlebihan dari suatu golongan masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia. Di karenakan keinginan memenuhi kebutuhan secara berlebihan, permintaan bertambah, sedangkan penawaran tetap, yang akan terjadi adalah harga akan naik, pemerintah dapat membeli barang dan jasa dengan cara mencetak uang, dan misalnya inflasi juga dapat terjadi karena keberhasilan pengusaha memperoleh kredit. Dan kredit yang diperoleh ini digunakan untuk membeli barang dan jasa sehingga permintaan agregat meningkat, sedangkan penawaran agregat tetap. Pada kondisi ini berakibat pada kenaikan harga-harga.
  • Teori Struktural yaitu menyorot penyebab inflasi dari segi struktural ekonomi yang kaku. Para produsen tidak dapat mengantisipasi cepat kenaikan permintaan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk. Tapi permintaan sulit dipenuhi ketika ada kenaikan jumlah penduduk.

Jenis-Jenis Inflasi

Inflasi dapat dibedakan berdasarkan tingkat keparahan, sumber dan penyebabnya yaitu :

Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Inflasi ringan

Merupakan inflasi yang masih belum begitu mengganggu keadaan ekonomi. Jenis inflasi ini dapat dengan mudah dikendalikan. Dan harga-harga yang naik secara umum, namun belum menimbulkan krisis di bidang ekonomi. Pada inflasi ringan berada di bawah 10% per tahun.

Inflasi sedang

Jenis Inflasi ini belum membahayakan kegiatan ekonomi. Namun inflasi ini bisa menurunkan kesejahteraan orang-orang berpenghasilan tetap. Inflasi sedang berkisar antara 10%-30% per tahun.

Inflasi berat

Jenis Inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian. Dan pada inflasi berat ini, biasanya orang cenderung menyimpan barang. Umumnya orang mengurungkan niatnya untuk menabung, karena bunga pada tabungan lebih rendah daripada laju inflasi. Inflasi berat berkisar antara 30%-100% per tahun.

Inflasi sangat berat (Hyperinflation)

Jenis Ini sudah cukup mengacaukan kondisi perekonomian dan susah dikendalikan walaupun dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Dan inflasi yang sangat berat berada pada 100% keatas setiap tahun.

Berdasarkan Sumbernya

Inflasi yang bersumber dari luar negeri

Jenis ini terjadi karena ada kenaikan harga di luar negeri. Dan pada perdagangan bebas, banyak negara yang saling berhubungan dalam perdagangan. Jika suatu negara mengimpor barang pada negara yang mengalami inflasi, maka otomatis kenaikan harga tersebut (inflasi) akan memengaruhi harga-harga dalam negerinya sehingga menimbulkan inflasi. Misalnya, Indonesia banyak mengimpor barang-barang modal dari negara lain. Bila di negara itu harga barang-barang modal naik, maka kenaikannya itu akan turut berpengaruh di Indonesia sehingga menimbulkan inflasi.

Inflasi yang bersumber dari dalam negeri

Suatu inflasi yang bersumber dari dalam negeri dapat terjadi karena pencetakan uang baru oleh pemerintah atau penerapan anggaran defisit. Dan inflasi yang bersumber dari dalam negeri juga dapat terjadi karena kegagalan panen. Suatu kegagalan panen menyebabkan penawaran pada suatu jenis barang berkurang, sedangkan permintaan tetap, sehingga harga-harga akan naik.

Berdasarkan Penyebabnya

Inflasi karena kenaikan permintaan

Ksuatu kenaikan permintaan terkadang tidak dapat dipenuhi produsen. Dan oleh karena itu, harga-harga cenderung naik. Pada hal ini sesuai dengan hukum ekonomi “jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga cenderung naik.

Inflasi karena kenaikan biaya produksi

Pada kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga penawaran barang naik, sehingga dapat menimbulkan inflasi.

Dampak Inflasi

  • Terhadap Pendapatan yaitu inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Di beberapa kondisi (kondisi inflasi lunak), inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi. Inflasi dapat mendorong para pengusaha memperluas produksinya. Maka, akan tumbuh kesempatan kerja baru sekaligus bertambahnya pendapatan seseorang. Tapi, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap inflasi akan menyebabkan mereka rugi karena penghasilan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.
  • Terhadap Ekspor yakni pada keadaan inflasi, daya saing untuk barang ekspor berkurang. Dengan berkurangnya daya saing terjadi karena harga barang ekspor semakin mahal. Inflasi dapat menyulitkan para eksportir dan negara. Suatu negara mengalami kerugian karena daya saing barang ekspor berkurang, yang mengakibatkan jumlah penjualan berkurang. Devisa yang diperoleh juga semakin kecil.
  • Terhadap Minat Orang untuk Menabung yaitu pada masa inflasi, pendapatan rill para penabung berkurang karena jumlah bunga yang diterima pada kenyataannya berkurang karena laju inflasi. Misalnya, bulan januria tahun 2006 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito satu tahun. Dan deposito tersebut menghasilkan bunga sebesar, misalnya, 15% per tahun. Apabila tingkat inflasi sepanjang januari 2006-januari 2007 cukup tinggi, katakanlah 11%, maka pendapatan dari uang yang didepositokan tinggal 4%. Minat orang untuk menabung akan berkurang.
  • Terhadap Kalkulasi Harga Pokok adalah suatu keadaan inflasi menyebabkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok dapat terlalu kecil atau bahkan terlalu besar. Oleh karena persentase dari inflasi tidak teratur, kita tidak dapat memastikan berapa persen inflasi untuk masa tertentu. Dan akibatnya, penetapan harga pokok dan harga jual sering tidak tepat. Keadaan inflasi ini dapat mengacaukan perekonomian, terutama untuk produsen.

Cara Mengendalikan Inflasi

Tindakan yang dapat diambil untuk mengatasi inflasi yaitu :

Kebijakan Moneter

  • Suatu kebijakan penetapan persediaan kas yaitu Bank sentral dapat mengambil kebijakan untuk mengurangi uang yang beredar dengan jalan menetapkan persediaan uang yang beredar dengan jalan menetapkan persediaan uang kas pada bank-bank. Dengan mewajibkan bank-bank umum dapat diedarkan oleh bank-bank umum menjadi sedikit. Dengan mengurangi jumlah uang beredar, inflasi dapat ditekan.
  • Sebuah kebijakan diskonto yakni Untuk mengatasi inflasi, bank sentral dapat menerapkan kebijakan diskonto dengan cara meningkatkan nilai suku bunga. Tujuannya adalah agar masyarakat terdorong untuk menabung. Maka dengan ini, diharapkan jumlah uang yang beredar dapat berkurang sehingga tingkat inflasi dapat ditekan.
  • Kebijakan operasi pasar terbuka : melalui kebijakan ini, bank sentral dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual surat-surat berharga, misalnya Surat Utang Negara (SUN). Dan semakin banyak jumlah surat-surat berharga yang terjual, jumlah uang beredar akan berkurang sehingga dapat mengurangi tingkat inflasi.

Kebijakan Fiskal

  • Untuk menghemat pengeluaran pemerintah yaitu Pemerintah dapat menekan inflasi dengan cara mengurangi pengeluaran, sehingga permintaan akan barang dan jasa berkurang yang pada akhirnya dapat menurunkan harga.
  • Guna menaikkan tarif pajak yakni Untuk menekan inflasi, pemerintah dapat menaikkan tarif pajak. Dengan naiknya tarif pajak untuk rumah tangga dan perusahaan akan mengurangi tingkat konsumsi. Dan pengurangan tingkat konsumsi dapat mengurangi permintaan barang dan jasa, sehingga harga dapat turun.

Adanya Kebijakan Lain di Luar Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal

  • Dengan adanya peningkatan produksi dan menambah jumlah barang di pasar yaitu Untuk menambah produksi, pemerintah dapat mengeluarkan produksi. Dan hal itu dapat ditempuh, misalnya, dengan memberi premi atau subsidi pada perusahaan yang dapat memenuhi target tertentu. Disamping itu, untuk menambah jumlah barang yang beredar, pemerintah juga dapat melonggarkan keran impor. Misalnya, dengan menurunkan bea masuk barang impor.
  • Dan menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang yakni Penetapan harga tersebut akan mengendalikan harga yang ada sehingga inflasi dapat dikendalikan. Tetapi penetapan itu harus realistis. Jika penetapan itu tidak realistis, dapat berakibat terjadi pasar gelap (black market).

Demikianlah pembahasan materi mengenai Pengertian Inflasi, Teori, Jenis, Dampak, Dan Cara Mengendalikan. Semoga dapat menambah informasi dan bermanfaat ya, terima kasih.

(Visited 21 times, 1 visits today)
Gravatar Image
Perkenalkan saya Azqiara, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *