Pengertian Chauvinisme, Dampak dan Cirinya Lengkap

Posted on

Pengertian Chauvinisme – Sahabat Idpengertian.com, tahukah kalian apa yang di maksud dengan Chauvinisme?. Sebenarnya, kata chauvinisme berasal dari seseorang yang bernama Nicolas Chauvin, yaitu seorang prajurit yang dianggap setengah mitos yang hidup di zaman Napoleon Bonaparte.

Dan arti chauvisnisme dapat juga di definisikan sebagai bentuk rasa cinta, bangga, loyalitas, fanatisme, dan kesetiaan terhadap negara. Yaitu dengan cara mengagungkan bangsa sendiri serta merendahkan bangsa lainnya. Untuk dapat mengetahui lebih jelasnya yuk simak pembahasannya di bawah.

Pengertian Chauvinisme, Dampak dan Cirinya Lengkap
Pengertian Chauvinisme, Dampak dan Cirinya Lengkap

Chauvinisme

Pengertian Chauvinisme adalah paham yang mempunyai suatu anggapan suku bangsa sendiri atau bentuk suatu perasaaan cinta. Dan suatu bangsa, royalitas yang tinggi, fanatisme maupun suatu kesetiaan kepada negara tanpa mempertimbangkan sebuah pandangan orang lain. Ini merupakan suatu ajaran atau paham tentang fanatisme seseorang terhadap tanah air yang sangat berlebihan. Sehingga dapat merendahkan kualitas negara lain atau juga bisa di sebut sebagai merendahkan bangsa lain dan juga menganggap bangsa tersebut tidak bagus.

Sejarah Chauvinisme

Kata atau istilah ini mulai di kenal pada tahun 1960 yang merupakan suatu pandangan agresif yang di miliki oleh kaum pria terhadap kaum wanita. Dan sampai sekarang istilah ini masih di gunakan, namun, hanya beberapa orang saja yang mengetahui makna dari kata chauvinisme. Pencetus Chauvinisme pertama kali oleh Nicolas Chauvin, ia adalah seorang tentara setia Napoleon Banoparte. Dan meskipun Napoleon ini kalah dan juga di buang, akan tetapi Chauvin tetap setia kepadanya. Namun, suatu arti dan istilah chauvinisme di konsepkan sama seperti Chauvin.

Baca Juga : Pengertian Identitas Nasional

Pengertian Chauvinisme Menurut Para Ahli

Wikipedia

Definisi Chauvinisme menurut Wikipedia adalah suatu bentuk ajaran mengenai cinta terhadap tanah air secara berlebih-lebihan.

Inoviana (2014)

Definisi Chauvinisme menurut Inoviana adalah suatu istilah yang di pergunakan untuk merujuk pada suatu kesetiaan yang ekstrim terhadap suatu pihak tanpa mau mempertimbangkan suatu pandangan alternative dari pihak lain.

Mirandalaurensi (2014)

Definisi Chauvinisme menurut Mirandalaurensi adalah suatu bentuk tindakan yang mengaung-agungkan negaranya akan tetapi menganggap negara lain remeh. Dan ciri khas chauvinisme adalah suatu sikap suka menghina terhadap negara lainnya.

St-Times (2013)

Menurutnya Chauvinisme adalah sebuah rasa cinta terhadap tanah air secara berlebihan dengan mengagung-agungkan bangsa sendiri, dan juga meremehkan atau merendahkan bangsa lain.

Dampak Chauvinisme

Dalam penerapannya chauvinisme mempunyai dua dampak, yakni dampak positif dan negatif, dan berikut ini penjelasannya :

Dampak Positif Chauvinisme

Dapat mempersatukan warga negaranya menjadi suatu satu kesatuan yang tunduk terhadap pemerintahan.

Dampak Negatif Chauvinisme
  • Akan timbul atau menimbulkan suatu peperangan dan pertikaian antar bangsa dan negara.
  • Memperkeruh atau dapat merusak perdamaian dunia
  • Memunculkan gangguan di dalam pembangunan, sebab sebuah perasaan tertutup terhadap Negara lain (tidak menerima saran)
  • Dapat menjadikan jiwa seseorang menjadi lebih tertutup dan sulit bersosialisasi dengan orang.
  • Lebih mengarah kepada melupakan Tuhan Yang Maha Esa sebagai sang pencipta alam semesta
  • Menjadikan seseorang pemimpin tidak takut untuk menyerang negara lain demi kekuasaan
  • Menjadikan seseorang tidak dapat berfikir positif mengenai kebaikan bangsa lain.

Negara yang Pernah Menerapkan Paham Chauvinisme

Di bawah ini adalah nama-nama negara yang yang pernah menerapkan paham chauvinisme yaitu :

Jerman

Yang pertama adalah negara Jerman, negara Jerman pernah menjadi negara yang menganut ideologi atau paham chauvinisme.Yang notabene mempunyai pemimpin kejam, kaku, memusuhi kaum yahudi, anak cacat kaum kembar. Dan hal ini mengakibatkan dan memicu terjadinya perang dunia I yang di pimpin oleh Adolf Hitler.

Jepang

Negara kedua selain Jerman yang pernah menganut ideologi atau paham chauvinisme adalah negara Jepang. Negara Jepang adalah negara yang mempunyai percepatan dalam membangkitkan negara setelah dijatuhi bom atom dan juga tsunami. Dan negara ini populer dengan kecerdasan akan teknologi, pernah dipimpin seseorang yang chauvinisme yakni Tenno Haika yang menganggap negara lain tidak lebih baik dari negaranya.

Italia

Negara selanjutnya yang pernah menganut paham chauvinisme adalah Italia dan negara ini mempunyai sejarah yang cukup unik. Sebuah negara yang menjadi pelopor beberapa nama parfum dan menjadi fashion dunia ini, pernah di pimpin yang juga menganut paham B Mussolini. Yakni yang menganggap negara lain adalah negara peniru dan tidak kreatif sehingga pahamannya di kenal sombong dan juga kaku.

Ciri-Ciri Chauvinisme

Berikut ini adalah ciri-ciri dari Chauvinisme yaitu :

Fanatik Terhadap Negara

Sebuah negara yang rakyatnya memakai paham chauvinisme akan sangat fanatik pada negaranya. Segala kebijakan yang berlaku di dalam negaranya akan di anggap benar serta di respons secara positif walaupun hasilnya pun negatif.

Pemimpin Negara Yang Revolusionis Dan Diktatoris

Sosok pimpinan negara yang revolusionis dan diktatoris adalah pelecut supaya paham chauvinisme bisa berkembang di sebuah negara. Tak hanya mempelopori mereka cenderung untuk memaksa dengan tindakan inilah sering kali mengakibatkan korban materi serta non materi yang cukup tinggi.

Di Perlakukan Tidak Menyenangkan

Contohnya adalah negara korea selatan. Negara ini pernah di perlakukan tidak menyenangkan oleh jepang maka dari itu semua yang berbau jepang sangat tidak di sukai oleh negara tersebut. Mereka selalu mencoba untuk mandiri dengan mencintai apa yang ada didalam negerinya dan tak ada niatanya untuk mengimpor apapun dari jepang.

Di Pergunakan Dalam Melancarkan Tujuan Tertentu

Setiap negara atau bangsa ingin menjadi nomor 1 di dunia atau setidaknya pengaruhnya dapat di gunakan oleh bangsa lain. Jerman, jepang dan italia adalah contoh negara yang mau menjadi kekuatan superpower di dunia. Maka dari itu, untuk memuluskan ambisinya para pemimpin negara tersebut menerapkan paham chauvinisme di kalangan rakyatnya.

Menganggap Rendah Bangsa Lain

Ciri-ciri yang utamanya yang melakat pada sikap chauvinisme adalah pengungkapan mengenai kondisi negara berdaulat lainnya yang di anggap tidak mempunyai pengaruh serta kekuatan tersetentu, sehingga hal tersebut memunculkan spekulasi untuk menganggap remah.

Membenci Bangsa Berdaulat Lainnya

Ciri selanjutnya yang biasanya melakat pada chauvinisme  adalah dalam porsi yang parah biasanya akan membenci bangsa maupun negara lain. Dengan tanpa sebab-sebab adalah mengenyampingkan rasa kemanusiaan dan kedamaian yang ada.

Contoh Chauvinisme

Contoh Chauvinisme yang pernah ada adalah ketika A. Hitler mengemukakan suatu kalimat “Deutschland Uber Alles in der Welt” yang artinya yaitu “Jerman di atas segala-galanya dalam Dunia”. Contoh ini sering atau biasa dipakai Jerman untuk memberi semangat seperti pada kejuaraan sepak bola Eropa tahun 2000.

Negara lain yang pernah menganut paham Chauvinisme adalah Jepang (Tenno Haika yang menganggap negara lain tidak lebih baik dari negaranya) dan Italia (B. Mussolini yang menganggap negara lain adana negara peniru dan tidak kreatif menjadikan pemahamannya dikenal sombong dan juga kaku)

Demikianlah ulasan mengenai Pengertian Chauvinisme yang telah mimin rangkum untuk sahabat Idpengertian.com semua. Semoga dengan tulisan yang sederhana ini dapat menambah informasi dan juga bermanfaat bagi pembacanya ya, terima kasih.

(Visited 126 times, 1 visits today)
Gravatar Image
Perkenalkan saya Azqiara, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *