Pengertian Alga, Jenis, Ciri-Ciri Dan Penjelasannya

Diposting pada
Loading...

 

Pengertian Alga, Jenis, Ciri-Ciri Dan Penjelasannya
Pengertian Alga, Jenis, Ciri-Ciri Dan Penjelasannya

Hay sobatku Idpengertian.com yang budiman, kali ini saya akan mengulas materi mengenai pengertian alga, ciri- ciri alga dan apa saja sih manfaat alga yuk langsung saja simak pembahasannya di bawah ini, tentunya dengan pembahasan yang mendalam dan mudah di mengerti untuk kalangan pelajar, dari mulai SMP, SMA, SMK dan seklah sederajat lainnya.

Pengertian Alga

Ganggang atau alga adalah organisme yang secara morfologis sederhana, yang mengandung klorofil dengan ukuran yang berkisar dari mikroskopis dan uniseluler (bersel tunggal) sampai sangat besar dan multiseluler. Alga mempunyai tubuh yang relatif tidak mengalami diferensiasi dan tidak ada akar atau daun sejati. Dan biasanya autotrofik, berasal mereka “makanan”, atau mendapat energi, dari lingkungan mereka dalam bentuk sinar matahari. Selain itu, mereka juga memainkan peran penting dalam rantai makanan dan dalam menjaga suplai oksigen di planet kita.
Suatu alga yang populer dianggap tanaman karena mereka berfotosintesis dan bentuk yang lebih besar. Seperti rumput laut, tidak bergerak, tapi ganggang secara ilmiah diklasifikasikan dalam kerajaan yang sama sekali berbeda. Dan ganggang milik Protista, bukan hewan, tumbuhan atau kerajaan jamur dan memiliki karakteristik umum yang berbeda. Karena istilah alga mencakup beberapa kelompok yang relatif tidak berhubungan protista dan lebih mengacu pada struktur organisme ‘daripada klasifikasi taksonomi mereka.

Jenis-Jenis Alga

Bacillariophyta (Diatom)

Merupakan algae unisel yang memiliki tudung keras yang dinamakan frustule, yang tersusun dari silica dan tertutup oleh lapisan organik. Dinding selnya terdiri dari epiteka dan hipoteka. Reproduksi secara vegetatif dengan membelah diri. Tubuhnya berwarna kuning keemasan. Dan habitatnya pada air tawar, air laut dan tempat basah atau lembab. Sebagian hidup bebas dan sebagian lagi hidup berkoloni. Mempunyai bentuk kloroplas bervariasi, yaitu seperti cakram, seperti huruf H, periferal, dan pipih.
Mempunyai peran sebagai fitoplankton dan produsen primer bagi trofik di atasnya. Selain itu, ada beberapa literatur, Bacillariophyta (Diatom) ini dimasukkan ke divisi Chrysophyta (golden algae) karena susunan pigmennya yang mirip. Dan fosilnya banyak digali dan digunakan sebagai bahan bangunan atau bahan penyaring (filter) dan bahan pengikis. Serta digunakan dalam industri kostruksi termasuk bahan tambahan pada semen dan bahan bahan konstruksi lainnya. Sebagai contoh spesiesnya adalah Stephanodiscus alpinus, Stephanodiscus astrea, Stephanodiscus parvus, Stephanodiscus minutulus dan Cymbella cistula serta Cymbella ventricosa.

Euglenophyta (Euglena)

Mempunyai struktur antara algae sebenarnya dan protozoa. Dan ciri khususnya adalah memiliki flagella, dapat bergerak menggunakan flagellanya, uniseluler, biasanya ditemukan di perairan yang bersih. Khususnya pada daerah yang kaya bahan organik, habitatnya pada perairan air tawar dan tempat yang lembab. Mempunyai struktur titik mata (eyespot/stigma) yang merupakan organ primitif yang memungkinkan untuk menentukan tingkat cahaya di lingkungan.
Alga ini terbilang unik karena beberapa sifatnya seperti tumbuhan yaitu memiliki kloroplas dan memproduksi energi dari proses fotosintesis. Disamping itu, sifat seperti hewan ditunjukkan pada beberapa jenis yang heterotrof yaitu mampu mengasimilasi substansi organik selama fotosintesis. Sampai-sampai beberapa jenis Euglena dapat menelan makanan berbentuk partikel melalui lubang lubang di seluruh permukaan tubuhnya.

Pyrrhophyta (Dinoflagellata)

Sering di juluki dan dikenal juga dengan nama alga api, hal ini karena tubuhnya dapat berpendar karena memiliki kandungan fosfor. Memiliki kemampuan untuk berpendar atau menghasilkan cahaya ini dinamakan bioluminescent. Dan alga ini uniseluler memiliki dua flagella, dan diselubingi oleh lapisan selulosa. Dari jenisnya kebanyakan adalah plankton di lautan, beberapa pada perairan yang bersih dan bergantung pada temperatur, salinitas dan kedalaman. Karena Alga bersifat heterotrof (saprofit, simbiotik, parasit, atau hidup bebas). Mengandung klorofil a dan c, β‐carotene, xanthophyll. Dan berperan menjadi produsen primer dan menjadi bagian penting dalam rantai makanan di laut.
Di samping itu, beberapa spesies hidup bebas dan berinteraksi simbiosis dengan organisme lain di beberapa jenis jenis terumbu karang dan coral. Pada spesies Gonyaulax catenella amemproduksi toksin saxitoxin yang neurotoksik. Yang dikeluarkan saat ride tide (populasi dari Gonyaulax yang membludak 40-60 milyar per liter air laut) yang sering mengkontaminasi hewan laut. Seperti halnya kerang, cumi‐cumi dan biota laut lain serta meracuni manusia. Contoh organisme lainnya adalah Ornithocercus magnificus.

Baca Juga : Pengertian Keanekaragaman Hayati, Tingkatan dan Manfaatnya

Cyanophyta (Blue Algae)

Adalah satu satunya organisme yang prokariotik di mana tidak memiliki dinding sel mirip dengan bakteri sehingga sebutan lainnya adalah Cyanobacteria. Dan walaupun tidak memiliki dinding sel (prokariotik) alga jenis ini memiliki klorofil yang digunakan dalam proses fotosintesis. Karena klorofilnya tidak terletak di dalam kloroplas namun tersebar di seluruh sitoplasma.
Pada sebagian merupakan uniseluler (biasanya merupakan fitoplankton) dan multiseluler (biasanya sebagai Nekton, Bentos atau Perifiton). Dan habitatnya berada di perairan (terutama perairan tawar) dan tempat-tempat lembab serta pada beberapa jenis. Yakni, ada yang mampu hidup pada perairan dengan suhu sampai 850C (sumber air panas) sehingga alga ini sering dianggap sebagai salah satu vegetasi perintis.

Chrysophyta (Golden Algae)

Jenis alga ini pada umumnya banyak yang hidup di habitat perairan air tawar. Memiliki tubuh bersel tunggal (uniseluler) dan sebagian kecil multiseluler, membentuk koloni, dinding sel mengandung silica. Memiliki dua flagella yang tidak sama panjangnya, cara hidup ada yang berenang bebas dan ada yang membentuk koloni. Dan tubuh tersusun dari pigmen klorofil a dan c, serta pigmen tambahan berupa karoten yang menentukan warna kuning hingga keemasan. Yang turunan dari karoten ini adalah fucoxanthin, beta-carotine dan xanthophylls yang terkumpul di bagian kloroplas.
Biasanya hidup sebagian besar di perairan air tawar dan sebagian kecil di laut. Dan hampir semua dari alga jenis ini berperan dan menjadi komponen penting dalam eksositem laut yaitu sebagai bagian dari jenis jenis plankton yang disebut fitoplanklton. Sebab, fitoplankton ini berperan sebagai produsen primer bagi trofik di atasnya. Sebagai contohnya adalah alga yang uniseluler atau bersel tunggal adalah Ochromonas danica, Ochromonas malhamensis dan Navicula lanceolata. Atau yang sering di sebut alga kersik (karakternya mirip dengan Bacillariophyta/diatom). Dan juga alga yang multiseluler atau bersel banyak adalah Vaucheria geminata dan Vauceheria litorea.

Phaeophyta (Brown Algae)

Bentuknya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Pada umumnya berwarna coklat dan memiliki klorofil a dan c, pigmen tambahan xantofil dan fikosantin. Biasanya, habitat sebagian besar di laut. Memiliki reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan zoospora. Dan reproduksi seksual dengan oogami, sel telur dihasilkan oleh oogonia, dan sperma dihasilkan oleh anteridia.
Mempunyai variasi dari bentuk thallusnya beragam, beberapa diantaranya adalah ukuran lebar dan panjang (Padina australis). Memiliki bentuk bulatan (Sargassum duplicatum), berbentuk batangan yang lunak atau keras (Dictyota bartayresiana). Dan banyak dijumpai di jenis jenis terumbu karang yang menghadap langsung dengan laut lepas atau samudera. Sebagai contohnya Laminaria sp, Sargassum spp, Fucus sp, Turbinaria spp, dan Macrocystis spp. Dan mayoritas dari jenis alga ini merupakan makroalga sehingga alga jenis ini memegang peran penting dalam ekologi laut di mana berperan sebagai penjaga suhu dingin di laut.

Rhodophyta (Red Algae)

Adalah makroalga yang tersebar hampir di seluruh perairan, umumnya berwarna merah dan beberapa turunan warna lainnya. Karena hal ini terkait dengan pigmen penyusunnya yaitu pigmen klorofil a, klorofil b, karotin, xantofil dan fikobiliprotin yang terdiri dari fikoeretin dan fimosianin. Dan alga jenis ini memiliki warna yang bervariasi, hal ini terkait fungsi cahaya matahari bagi tumbuhan alga. Di mana warna alga ditentukan dari intensitas cahaya, ini dinamakan adaptasi karomatik.
Memiliki zat penyusun dinding sel mempunyai komposisi berupa kalsium karbonat, selulosa dan produk fotosintetik berupa keraginan, agar, fulcellaran dan porpiran. Dan secara umum ciri ciri alga jenis ini adalah memiliki thallus bulat silindris atau gepeng, bercabang selang – seling tidak teratur di atau tricotomus. Mempunyai benjolan (bulat nodule) dan duri – duri atau spines, substansi thalli gelatinous dan atau kartilagenous.
Mempunyi habitat hampir mayoritas berada di laut, bersel banyak (multiseluler) dan eukariotik. Memiliki manfaat yang dapat digunakan dalam dunia kesehatan, kedokteran dan terbaru ini sebagai obat melawan radikal bebas dan anti penuaan. Sebagai contoh alga jenis ini adalah Eucheuma spinosum, E. cottonii, Gelidium sp, dan Gracilaria sp. yang dibudidayakan sebagai rumput laut.

Chlorophyta (Green Algae)

Biasanya hidup di air tawar, air laut, juga di salju, daerah tanah lembab, dan epifit. Suatu eukariotik, tubuh berwarna hijau karena memiliki pigmen klorofil untuk proses fotosintesis. Dan mengandung klorofil a dan klorofil b, beta, gamma, karotenoid yang terdiri dari siponaxantin, siponein, lutuein, violaxantin dan zeaxantin.
Dan rumput laut ini hidup berkoloni. Memiliki dinding sel yang mengandung selulose dan berlendir sehingga lingkungan jadi licin. Mempunyai bentuk yang bermacam‐macam, pada beberapa jenis merupakan fitoplankton. Pada beberapa diantaranya adalah makroalga yang dibudidayakan sebagai rumput laut.
Sebagai contoh alga yang dibudidayakan sebagai rumput laut adalah Ulva spp dan biasa disebut sebagai selada laut. Dan contoh yang lain yaitu Chlorella sp merupakan jenis alga hijau bersel satu, habitatnya di air tawar dan laut. Memiliki bentuk tubuh bulat, dengan kloroplasnya yang menyerupai lonceng atau mangkuk. Dan alga jenis ini dimanfaatkan menjadi bahan makanan sebagai protein sel tunggal. Yakni Spiroggyra sp merupakan jenis alga hijau yang memiliki bentuk seperti benang silindris. Semua populasinya banyak dijumpai pada perairan yang memiliki arus yang tidak deras. Dan sedangkan yang lain merupakan fitoplankton, yaitu Chlamydomonas, Micrasterias, Volvox, Hydrodictyon, Chlorococcum, Oedogonium dan Scenedesmus.

Ciri-Ciri Alga

Berikut ini merupakan ciri-ciri alga yaitu :

  • Termasuk organisme eukariotik
  • Memiliki sifat fotoautotrof (berfotosintetis)
  • Terdapat klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya,
  • Memiliki pirenoid
  • Dapat menyimpan cadangan makanan
  • Memiliki sifat uniseluler/multiseluler
  • Mempunyai dinding sel/tidak
  • Termasuk Soliter/berkoloni
  • Dapat juga bergerak/tidak bergerak
  • Juga dapat bereproduksi secara aseksual yaitu membelah diri/fragmentasi/spora vegetatif, dan seksual yaitu konjugasi/singami/anisogami.
  • Termasuk metagenesis atau tidak
  • Dapat hidup dengan bebas atau bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen
  • Pada tubuh Ganggang (Alga) tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tubuh berupa talus, sehingga termasuk dalam golongan thalophyta
  • Memiliki habitat di perairan baik di air tawar maupun di air laut, tempat lembab. Dan dapat menempel di bebatuan (epilitik), tanah/lumpur/pasir (epipalik), menempel pada tumbuhan sebagai (epifik), dan menempel tubuh hewan (epizoik).

Demikianlah ulasan singkat mengenai pengertian alga, jenis dan juga bentuknya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah informasi, terima kasih.

(Visited 3.998 times, 3 visits today)
Loading...
Gambar Gravatar
Perkenalkan saya Azqiara, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *