Cara Melakukan Puasa Ramadhan, Sejarah, Niat, Do’a

Posted on

Tata Cara Melakukan Puasa Bulan Ramadhan, Sejarah, Niat, Do’a Lengkap – Assalamualaikum sahabat muslim semuanya, semoga masih selalu sehat dan mendapatkan RidhoNYA Amin, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas berbagai macam kegiatan dan cara melaksanakan puasa ramadhan di tahun ini, dimulai dari segi sejarah puasa, syarat puasa, niat serta do’a dan juga amalan yang bisa anda lakukan dibulan ramadhan kali ini.

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana umat muslim melakukan rukun islam yang ke tiga yaitu puasa, Puasa dibulan suci ini wajib dilakukan oleh semua umat islam diseluruh dunia, ada banyak sekali keutamaan-keutamaan puasa yang nanti akan saya bahas dibawah.

Seperti yang sudah saya singgung diatas bahwa puasa ramadhan wajib dilakukan semua umat muslim, kenapa hal ini bisa diwajibkan…? yuk simak sejarahnya lengkap dibawah ini.

tata cara melakukan puasa ramadhan
tata cara melakukan puasa ramadhan

Sejarah Di Wajibkannya Melakukan Puasa Ramadhan

Cara Melakukan Puasa Ramadhan dengan Sempurna

Puasa di bulan ramadan adalah salah satu rukun Islam di mana seluruh umat Islam wajib berpuasa. Puasa sendiri sudah dijelaskan dalam ayat alquran dan hadis. Puasa juag memberikan banyak pahala dan manfaat untuk umat muslim. Lalu seperti apakah cara berpuasa itu sendiri dan apa niat untuk berpuasa? Sumber wiki

Pengertian Puasa dan Dalilnya

Puasa dalam bahasa Arab artinya saum yang artinya menahan diri setiap hari di bulan ramadan dari subuh hingga matahari terbenam. Puasa adalah hal yang membuat umat muslim harus menghindari makanan dan minuman.

Puasa di bulan Ramadhan ini juga diwajibkan karena puasa bulan Ramadhan adalah salah satu dari Lima Rukun Islam sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

“Hai orang-orang yang beriman! Puasa ditentukan untuk Anda seperti yang ditentukan untuk orang-orang sebelum Anda, agar kamu dapat (belajar) menahan diri. (Surah Baqarah 2 ayat 183)

Sebagaimana juga firman Allah SWT dalam ayat ini :

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

“(Puasalah) selama beberapa hari; tetapi jika ada di antara kalian ada yang sakit, atau dalam perjalanan, maka berbukalah dan mengganti puasa di beberapa hari kemudian. Bagi mereka yang bisa melakukannya (Dengan kesulitan),maka bayarlah fidyah, memberi makan orang yang miskin. Tetapi dia yang akan memberi lebih banyak, atas kehendaknya sendiri, – lebih baik baginya. Dan lebih baik bagimu berpuasa jika kamu mengerti. (Surah Baqarah 2: 184)

Tujuan berpuasa yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran sendiri mengatakan, “Hai kamu yang beriman, puasa ditentukan untuk kamu seperti yang ditentukan untuk orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu dapat belajar taqwa (kesalehan)”.

Taqwa adalah istilah spiritual dan etika yang sangat penting dari Quran. Taqwa adalah kualitas dalam kehidupan orang percaya yang membuat dia sadar akan kehadiran Tuhan sepanjang waktu. Seseorang yang taqwa akan suka untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan demi Tuhan. Taqwa adalah kesalehan, kebenaran, dan kesadaran akan Tuhan.

Taqwa membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dengan berpuasa, maka hal itu mengajarkan kesabaran, dan dengan kesabaran seseorang dapat naik ke posisi tinggi taqwa.

Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa puasa adalah perisai yang melindungi umat muslim dari dosa dan hawa nafsu. Imam Ibn Al Qayyim sendiri memandang puasa sebagai cara melepaskan roh manusia dari cengkeraman hasrat, sehingga bisa mengalahkan nafsunya.

Sementara Imam Shah Waliullah Dahlawi memandang puasa sebagai cara melemahkan nafsu yang seperti binatang dan memperkuat sifat-sifat malaikat dalam manusia.

Lalu menurut Imam Maulana Mawdudi menekankan bahwa puasa selama sebulan penuh di setiap tahunnya melatih seseorang dalam kesalehan dan pengendalian diri.

Tata Cara Berpuasa

Pada dasarnya ada dua syarat utama puasa:

1. Niat untuk berpuasa .

Seseorang harus membuat niat tulus untuk berpuasa demi Allah SWT setiap hari sebelum fajar. Niat tidak harus dalam kata-kata, tetapi harus dengan ketulusan hati dan pikiran.

Beberapa ahli fikih berpendapat bahwa niat dapat dibuat hanya sekali untuk sebulan penuh dan tidak harus diulang setiap hari. Namun, lebih baik membaca niat setiap hari untuk memanfaatkan puasa sepenuhnya. Berikut ini adalah niat untuk berpuasa :

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَان هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالى

 “Nawaitu sauma ghadin an’adai fardi syahri ramadhani hadzihisanati lillahita’ala”

Artinya: “Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Taala

2. Menghindari fajar hingga senja dari segala sesuatu yang membatalkan puasa

Lalu bagaimanakah cara untuk berpuasa di bulan ramadan? Berikut adalah sunah dalam berpuasa :

3. Makan sahur

Sahur adalah makan dan minum sebelum fajar. Sahur sendiri adalah sunnah yang jika dilakukan maka akan mendapatkan pahala dan berkah yang besar namun jika ditinggalkan juga tidak akan berdosa, Waktu terbaik untuk sahur adalah setengah jam terakhir sebelum fajar atau waktu untuk shalat Subuh.

4. Berbuka puasa dengan segera setelah matahari terbenam

Waktu yang tepat untuk berbuka puasa sesuai dengan syariah adalah dengan melihat matahari terbenam ketika piringan matahari berjalan di bawah cakrawala dan menghilang sepenuhnya.

5. Hindari dari perbuatan yang dilarang oleh agama

Selama puasa, menghindarlah dari semua pembicaraan dan perbuatan salah. Jangan bertengkar, berselisih atau berdebat menggunakan kata-kata buruk, atau melakukan apa pun yang dilarang.

Selama berpuasa, umat muslim harus mencoba menahan diri dari segala hal yang merugikan. Ketika berpuasa umat muslim juga tidak boleh mmenunjukkan bibir kering dan perut lapar, atau dengan menunjukkan emosi yang buruk. Orang yang berpuasa harus menjadi orang yang menyenangkan dengan semangat yang baik dan ceria.

6. Melakukan banyak amal dan kebaikan

Selama berpuasa, lakukan tindakan amal dan kebaikan kepada orang lain dan tingkatkan ibadah dan bacaan Alquran. Setiap orang harus mencoba membaca seluruh Quran setidaknya satu kali selama bulan Ramadhan.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Umat muslim harus menghindari untuk melakukan apa pun yang dapat membuat puasanya menjadi tidak sah. Hal-hal di bawah ini adalah yang membatalkan puasa dan membutuhkan qadaa ‘(menebus puasa di kemudian hari) sebagai berikut:

  1. Makan, minum atau merokok dengan sengaja, termasuk makan atau minum melalui mulut atau hidung.
  2. Sengaja menyebabkan diri muntah.
  3. Awal pendarahan menstruasi atau pasca melahirkan bahkan di saat-saat terakhir sebelum matahari terbenam.
  4. Melakukan hubungan seksual atau kontak seksual lainnya (atau masturbasi) yang menghasilkan ejakulasi (pada pria) atau sekresi vagina (orgasme) pada wanita.
  5. Makan, minum, merokok atau melakukan hubungan seksual setelah Subuh (subuh) dengan asumsi keliru bahwa ini belum Subuh. Demikian pula, terlibat dalam tindakan-tindakan di atas sebelum Maghrib (matahari terbenam) dengan asumsi yang salah bahwa sudah saatnya Maghrib.
  6. Hubungan seksual selama puasa dilarang. Mereka yang terlibat di dalamnya harus melakukan qadaa ‘(membuat puasa) dan kaffarah (kafarat dengan puasa selama 60 hari setelah Ramadhan atau dengan memberi makan 60 orang miskin untuk setiap hari puasa dengan cara ini). Menurut Imam Abu Hanifah, makan atau minum dengan sengaja saat puasa juga memerlukan qadaa ‘dan kaffarah yang sama.

Artikel Terkait : Macam-Macam Puasa

Keistimewaan Bulan Ramadhan Dan Dalilnya

Sekian yang dapat saya jelaskan mengenai Tata Cara Melakukan Puasa Ramadhan, Sejarah, Niat, Do’a, semoga tulisan yang sederhana ini dapat memberikan tambahan ilmu serta pengalaman, harapan saya apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat untuk diri saya sendiri dan khususnya bagi anda pembaca, selamat menunaikan ibadah puasa semoga semua amal ibadah kita dapat diterima Oleh Allah SWT, Amin Amin Amin Ya Robbalngalamin, Sekian dari saya jika ada kesalahan dalam penulisan mohon maaf yang sebesar-besarnya, sampai jumpa pada artikel bermanfaat lainnya.

(Visited 13 times, 1 visits today)
Gravatar Image
Perkenalkan saya Azqiara, saya seorang penulis di dalam website ini untuk berbagi banyak sekali tentang pengertian dan penjelasannya sangat detail, saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *